Memasuki 2026, harga bahan pangan di pasar ritel masih mencerminkan dampak lanjutan dari kebijakan dagang era pemerintahan kedua Donald Trump yang mendorong biaya impor bahan makanan dan bahan baku. Meski laju inflasi mulai melandai, tarif impor terbukti “mengunci” level harga di titik yang lebih tinggi dibandingkan sebelum kebijakan tersebut diberlakukan.
Para ahli menilai, tekanan biaya tenaga kerja, perubahan iklim, serta ongkos logistik yang belum sepenuhnya normal akan terus menjaga harga kebutuhan pokok tetap mahal sepanjang 2026. Meski demikian, ada juga beberapa komoditas yang berpotensi mengalami koreksi harga.
