Jakarta, IDN Times - Sejumlah laporan ekonomi pada Kamis (26/3/2026) mengonfirmasi sektor bisnis di Inggris tengah menghadapi krisis energi serius. Konflik bersenjata di Iran telah mengganggu stabilitas pasar energi dunia, memicu lonjakan harga gas dan listrik grosir. Kondisi ini mengancam operasional ribuan perusahaan dan memaksa mereka meninjau ulang rencana investasi di tengah tekanan inflasi.
Para ahli memperingatkan, tanpa bantuan kebijakan dari pemerintah, kenaikan biaya energi akan terus menggerus keuntungan perusahaan. Situasi ini kian sulit karena terjadi saat periode pembaruan kontrak energi tahunan, di mana sektor industri tidak memiliki perlindungan batas harga (price cap) seperti yang dinikmati sektor rumah tangga.
