Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Danantara Bakal Konsolidasi BUMN Logistik, PT Pos Jadi Induk
Logo Pos Indonesia di Pos Bloc, Jakarta Pusat. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Intinya sih...

  • Ada 21 BUMN logistik yang akan dikonsolidasi tahun ini, dengan PT Pos Indonesia sebagai induknya.

  • Konsolidasi dilakukan karena mayoritas BUMN logistik mengalami kerugian akibat model bisnis yang tidak jelas.

  • PT Pos Indonesia belum berkomunikasi terkait rencana menjadi induk perusahaan konsolidasi tersebut.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjalankan bisnis sama menjadi fokus Danantara tahun ini. Salah satunya adalah konsolidasi BUMN yang menjalankan bisnis logistik.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan, PT Pos Indonesia (Persero) akan jadi induk dari hasil konsolidasi tersebut.

1. Ada 21 BUMN logistik yang mau dikonsolidasi tahun ini

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Dony mengatakan, ada 21 perusahaan termasuk anak usaha BUMN di sektor logistik. Perusahaan-perusahaan itu akan dikonsolidasi tahun ini.

“Tahun ini kita akan mengonsolidasi seluruh perusahaan logistik kita di bawah satu perusahaan logistik. Kita punya yang menjadi anchor-nya, yaitu PT Pos," kata Dony dalam Investor Daily Rountable di Plataran, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

2. Konsolidasi diperlukan melihat mayoritas BUMN logistik rugi

Kantor PT Pos Indonesia (Persero) di Jakarta Pusat. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Adapun konsolidasi dilakukan demi memperbaiki kinerja BUMN sektor logistik sebab sebagian besar perusahaan belum memiliki model bisnis yang mampu bersaing. Penyebabnya adalah segmentasi bisnis yang tidak jelas, apakah beroperasi pada segmen first mile, middle mile, atau last mile. Ketidakjelasan itu menyebabkan 20 dari 21 BUMN logistik mengalami kerugian.

"Yang lebih ironis lagi, dia sebetulnya hanya menjalankan transaksi dari induknya. Jadi praktis bahwa memang 20 perusahaan ini tidak memiliki bisnis model yang proper dan benar," tutur Dony.

PT Pos Indonesia sendiri dipilih karena jaringan distribusi yang luas, di mana perusahan itu memiliki 4 ribu kantor di seluruh Indonesia. Nantinya, perusahaan-perusahaan yang dikonsolidasi akan dirancang lagi bisnisnya, dan dikelola oleh profesional. Targetnya, upaya itu bisa memberikan nilai tambah dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun global.

"Ini akan kita konsolidasikan menjadi satu, Danantara logistik company. Tentu perusahaan ini akan kita redesign bisnis modelnya, kemudian kita hire profesional yang memang handal untuk menjalankan perusahaan ini sehingga dia bisa memberikan nilai tambah," ujar Dony.

Di sisi lain, Dony berharap upaya itu bisa menekan biaya logistik di Indonesia yang tinggi.

"Kita ingin logistik cost mampu kita turunkan, karena bagaimanapun Indonesia merupakan salah satu negara dengan logistik cost tertinggi, yang menyebabkan produk kita tidak kompetitif, sehingga kita bilang, BUMN harus berperan di sini, at least untuk menurunkan logistik cost kita," kata Dony.

3. Belum dibahas dengan PT Pos

Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris mengatakan, pihaknya sudah mendengar pembahasan perusahaan akan menjadi induk. Namun, wacana itu belum dikomunikasikan dengan PT Pos Indonesia.

“Kita tunggu saja. Karena ini kan masih digodok oleh Danantara, saya tidak mau mendahului. Tapi memang sesuai dengan informasi yang kami terima, pemerintah akan menjadikan Pos sebagai holding, pemimpin dari industri ini,” tutur Haris.

Editorial Team