Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
CEO Danantara, Rosan Roeslani.
CEO Danantara, Rosan Roeslani. (Dok. YouTube Danantara)

Intinya sih...

  • Danantara Indonesia meluncurkan 6 proyek hilirisasi di sektor energi, pertambangan, pertanian, dan peternakan.

  • Nilai investasi keenam proyek tersebut mencapai Rp118,2 triliun atau setara dengan 7 miliar dolar AS.

  • Proyek-proyek ini diharapkan memberikan imbal hasil yang baik serta menciptakan lapangan pekerjaan dan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Danantara Indonesia melaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking enam proyek hilirisasi di sektor energi, pertambangan, pertanian, hingga peternakan.

Enam proyek itu antara lain:

1. Fasilitas pengolahan bauksit, alumina, dan alumunium di Mempawah, Kalimantan Barat. Rp104,55 triliun (6,23 miliar dolar AS)

2. Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) 2 di Mempawah, Kalimantan Barat.

3. Pabrik bioethanol Glenmore fase 1 di Banyuwangi, Jawa Timur.

4. Pabrik biorefinery (bioavtur) di Cilacap, Jawa Tengah.

5. Proyek peternakan unggas terintegrasi di Malang, Gorontalo Utara, Lampung Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

6. Pabrik garam di Sampang-Madura, Manyar-Gresik, dan Segoromadu 2-Gresik.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani mengatakan, enam proyek memakan biaya investasi hingga 7 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp118,2 triliun (kurs Rp16.887 per dolar AS).

Dia mengatakan, proyek-proyek itu dipastikan akan memberikan imbal hasil untuk perekonomian Indonesia.

“Kami memastikan bahwa program ini tidak hanya memberikan return yang baik, tapi juga dari segi penciptaan lapangan pekerjaan, penciptaan nilai tambah, yang akan memberi dampak positif ke pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Rosan di Wisma Danantara, Jakarta Selatan.

Adapun proyek-proyek di atas digarap oleh sejumlah BUMN. Misalnya, untuk proyek pengolahan alumunium dan SGAR 2 digarap oleh MIND ID.

Kemudian, proyek pabrik bioethanol Glenmore digarap oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan Pertamina New & Renewable Energy (PNRE). Grup Pertamina juga menggarap proyek pabrik biorefinery di Cilacap.

Adapun proyek peternakan unggas terintegrasi digarap oleh ID FOOD, dan proyek pabrik garam digarap oleh PT Garam.

“Bapak Presiden menekankan percepatan proyek-proyek hilirisasi yang berdampak langsung bagi ekonomi dan masyarakat. Oleh sebab itu kalau kita lihat memang kontribusi dari hilirisasi ini meningkat,” tutur Rosan.

Editorial Team