Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Danantara Sumberdaya Indonesia Berubah Status Jadi BUMN Pekan Depan
CEO Danantara, Rosan Roeslani. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • PT Danantara Sumberdaya Indonesia akan resmi berstatus sebagai BUMN pekan depan setelah sebelumnya menjadi perusahaan swasta nasional.
  • Pemerintah menunjuk Luke Thomas Mahony, warga negara Australia dengan pengalaman panjang di industri mineral, sebagai Direktur DSI.
  • Luke dikenal memiliki rekam jejak kuat di Vale Indonesia dan Vale global, serta dinilai berprestasi selama menjabat di Danantara Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang saat ini masih berstatus perusahaan swasta nasional bakal menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pekan depan. Hal itu diungkapkan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026).

“Minggu depan,” ucap Rosan.

DSI sendiri resmi berdiri sebagai perseroan terbatas (PT) per Senin, (18/5/2026) lalu, dan diumumkan pemerintah pada Rabu, (20/5/2026) usai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam rapat paripurna DPR RI.

1. Pembentukan DSI

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Presiden Prabowo Subianto menunjuk Danantara Indonesia membentuk BUMN baru sebagai badan ekspor yang akan melaksanakan ekspor komoditas sumber daya alam (SDA), dengan nama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Untuk tahap awal, DSI akan melaksanakan ekspor tiga komoditas dengan volume ekspor tertinggi. Di antaranya, minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), batu bara, dan paduan besi (ferrous alloy).

Dari segi proses, DSI baru akan melakukan pencatatan dokumentasi ekspor. Setelah dilakukan evaluasi, maka ekspor seluruh komoditas SDA strategis akan dilakukan melalui DSI, termasuk transaksi ekspor, kontrak, pengiriman barang, dan pembayaran per 1 September 2026.

2. Alasan tunjuk WN Australia jadi Direktur DSI

Luke Thomas Mahony (LinkedIn/Luke Thomas Mahony)

Berdasarkan dokumen profil perusahaan DSI yang tercantum dalam Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum, perusahaan itu hanya memiliki satu orang Direktur, yakni Luke Thomas Mahony. Luke adalah warga negara asing (WNA), tepatnya Warga Negara Australia. Dia pernah menjabat sebagai Direktur dan Chief Strategy and Technical Officer PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Rosan mengatakan, alasan pemilihan Luke sebagai Direktur karena memiliki rekam jejak yang baik.

"Ya kita kan melihat banyak pertimbangan juga, ini kan lebih menjadi track record-nya juga dan dia kan sangat memahami juga,”Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Danantara Indonesia mempertimbangkan jejak karier Luke di Vale global dan juga Vale Indonesia. Dia juga bisa berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia, dan menikah dengan Warga Negara Indonesia (WNI).

"Memang istrinya orang Indonesia tapi yang paling penting justru kita lihat pengalaman trading-nya ada, minerals-nya ada, jadi pimpinan di banyak perusahaan mineral, jadi dan networking-nya juga baik dan yang paling penting kita lihat selama ini juga di Danantara kerjanya juga sangat-sangat baik," ucap Rosan.

3. Jejak karier Luke

Mantan Direktur dan Chief Strategy and Technical Officer PT Vale Indonesia Tbk (INCO), Luke Mahony. (dok. Vale Indonesia)

Selain pernah menjadi Direktur dan Chief Strategy and Technical Officer Vale Indonesia, Luke pernah menjabat sebagai Director Technical Vale Base Metals, dan Chief Technical Officer Vale Base Metals.

Luke hanya menjadi Direktur Vale Indonesia selama 1 tahun 5 bulan. Dia mengundurkan diri dari perusahaan tersebut, yang pengundurannya diresmikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Vale Indonesia pada 23 September 2025 lalu.

Dalam RUPSLB itu, pemegang saham menunjuk Slamet Sugiharto sebagai pengganti Luke.

Pada September 2025, Luke mendapatkan amanah sebagai SEVP Business Performance & Optimization Danantara Indonesia, baru kemudian ditunjuk menjadi Direktur DSI.

Editorial Team