Jakarta, IDN Times - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) membeberkan rencana investasi senilai Rp202,4 triliun pada empat proyek yang akan dilaksanakan sepanjang 2026.
CEO Danantara, Rosan Roeslani mengatakan empat proyek itu diberi nama Proyek Wamena, Proyek Cordova, Proyek Fukuoka, dan Proyek Johor. Adapun empat proyek itu di luar investasi pada 21 proyek hilirisasi di dalam negeri.
"Tahun ini, selain 20 proyek hilirisasi, tetapi juga waste to energy (WTE), ini juga investasi fasilitas caustic soda, perkembangan data center platform bersama global operator, dan investasi di Australia itu kurang lebih ini nilai-nilainya," ujar Rosan dalam paparan Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Lebih rinci, Proyek Wamena adalah proyek pengembangan fasilitas WTE di 33 kota, dengan nilai investasi Rp84 triliun. Kedua, Proyek Cordova, yaitu pengembangan fasilitas caustic soda untuk mendukung hilirisasi dengan nilai investasi sebesar Rp13,4 triliun. Ketiga, Proyek Fukuoka, yaitu pengembangan Data Center Platform bersama global operator dengan nilai investasi sebesar Rp21 triliun.
Keempat, Proyek Johor, yaitu investasi di bidang agrikultur dengan nilai investasi sebesar Rp84 triliun. Proyek itu digarap Indonesia dengan perusahaan agrikultur terbesar Australia.
Danantara menjabarkan ada dua manfaat dari Proyek Johor, pertama membangun teknologi, jaringan ekspor, dan best practice industri pangan. Kedua, menciptakan lapangan pekerjaan di Indonesia.
