Jakarta, IDN Times - Danantara baru saja melakukan injeksi modal senilai Rp846 miliar ke PT Kimia Farma Tbk (KAEF). Injeksi modal itu diberikan karena kinerja keuangan perusahaan yang menurun.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan, Kimia Farma memiliki banyak pabrik, namun utilisasinya rendah. Hal itu pun menekan keuntungan dari perusahaan.
“Menyebabkan perusahaannya itu contribution margin-nya menjadi negatif. Secara revenue dia cukup tinggi, tetapi secara net income-nya mereka enggak mampu. Karena utilisasi pabriknya, pabriknya dibuat banyak, tetapi utilisasinya rendah. Modal kerjanya kurang, akibatnya SKU-nya mulai dipotong-potong,” ucap Dony dalam Investor Daily Rountable di Plataran, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
