Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dasco Sidak BEI Pantau IHSG: Kita Lihat Apakah Hijau Nanti?
Wakil Ketua DPR R, Sufmi Dasco Ahmad sidak ke BEI, Selasa (19/5/2026). (IDN Times/Amir Faisol)
  • Sufmi Dasco Ahmad melakukan sidak ke Bursa Efek Indonesia setelah IHSG anjlok hingga 4,7 persen pada 18 Mei 2026.
  • Dasco disambut pimpinan BEI, OJK, dan BP BUMN, berharap kehadirannya bisa memulihkan semangat pasar saham domestik.
  • Direktur Utama BEI menegaskan pelemahan IHSG dipicu ketidakpastian global serta mengimbau investor tetap tenang dan fokus pada fundamental saham.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
18 Mei 2026

IHSG sempat anjlok hingga 4,7 persen dan menyentuh level 6.398,79. Penurunan tajam ini terjadi di tengah ketidakpastian pasar global.

19 Mei 2026

Sufmi Dasco Ahmad melakukan sidak ke Bursa Efek Indonesia sekitar pukul 10.17 WIB. Ia disambut pimpinan BEI, OJK, dan BP BUMN serta berharap pasar saham kembali menguat.

kini

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan ketidakpastian pasar masih tinggi akibat faktor global dan mengimbau investor tetap tenang serta fokus pada fundamental saham.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melakukan inspeksi mendadak ke Bursa Efek Indonesia untuk memantau kondisi pasar setelah Indeks Harga Saham Gabungan sempat anjlok hingga 4,7 persen.
  • Who?
    Sufmi Dasco Ahmad bersama CEO Danantara Rosan Roeslani, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, dan Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
  • When?
    Sidak dilakukan pada Selasa, 19 Mei 2026 sekitar pukul 10.17 WIB, sehari setelah IHSG turun tajam pada Senin, 18 Mei 2026.
  • Why?
    Tindakan ini dilakukan untuk memantau langsung situasi pasar modal nasional dan memberikan dorongan moral agar perdagangan saham kembali stabil setelah penurunan signifikan.
  • How?
    Dasco datang ke BEI, disambut sejumlah pejabat terkait, berdiskusi singkat di lokasi, lalu meninjau lantai enam gedung sambil menyampaikan harapan agar IHSG kembali menguat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kemarin angka saham turun banyak sekali, lalu Pak Dasco datang ke gedung Bursa Efek buat lihat. Di sana ada juga Bu Friderica, Pak Rosan, dan Pak Dony. Mereka ngobrol dan naik ke lantai enam. Pak Dasco mau supaya angka saham jadi hijau lagi. Sekarang orang-orang disuruh tenang dan jangan panik dulu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kunjungan mendadak Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad ke Bursa Efek Indonesia menunjukkan perhatian langsung pemerintah terhadap stabilitas pasar saham. Kehadirannya bersama pimpinan OJK dan BEI mencerminkan koordinasi yang solid antar lembaga dalam menghadapi ketidakpastian global, sekaligus memberi sinyal dukungan moral bagi investor agar tetap tenang dan rasional menghadapi dinamika pasar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, melakukan inspeksi dadakan (sidak) ke Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat rontok hingga 4,7 persen pada Senin (18/5/2026).

Pantauan IDN Times di lokasi, Dasco tiba di Gedung BEI pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 10.17 WIB. Dia disambut CEO Danantara Rosan Roeslani, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, dan Kepala BP BUMN Dony Oskaria.

Dasco dan Friderica terlihat mengobrol santai sambil bergegas menuju lantai enam BEI. Dia berharap kehadirannya di BEI membuat pasar saham dalam negeri kembali menguat.

"Kita lihat apakah hijau nanti," kata Dasco berkelakar.

Berdasarkan data IDX Mobile, IHSG sempat menyentuh level 6.398,79 pada Senin (18/5/2026). Dilihat dari pergerakannya, IHSG bahkan sempat melemah lebih dari 4,7 persen.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan, ketidakpastian di pasar modal itu dirasakan oleh negara-negara lain, tak hanya Indonesia.

“Tidak hanya pasar kita sebenarnya, tetapi pasar saham global masih penuh ketidakpastian. Fluktuasi komoditas minyak khususnya, fluktuasi nilai tukar mata uang, kemudian ketidakjelasan penyelesaian konflik di Timur Tengah maupun di Rusia. Itulah yang menjadi akumulasi ketidakpastian global khususnya di pasar Indonesia,” ujar Jeffrey.

Dia pun mengingatkan agar para investor tidak panik, dan tetap memperhatikan fundamental saham.

“Menganalisis secara cermat, mengatur strategi berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing. Karena kondisi pasar sangat dinamis, dan ketidakpastiannya masih cukup tinggi,” kata dia.

Editorial Team