Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi kripto
ilustrasi kripto (IDN Times/Aditya Pratama)

Intinya sih...

  • Derivatif kripto memberi ruang strategi berbeda Iskandar menjelaskan perdagangan derivatif kripto memungkinkan trader menyesuaikan strategi dengan kondisi pasar yang berbeda. Mekanisme derivatif memungkinkan trader mengambil posisi long maupun short berdasarkan analisis masing-masing.

  • Akselerasi derivatif kripto didukung fitur dan insentif Dalam operasional perdagangan derivatif, ada sejumlah mekanisme teknis di Pintu Futures, antara lain pengaturan jenis order lanjutan, pengelolaan margin awal, pengaturan leverage hingga 25 kali, serta fitur pengamanan harga dan pengaturan batas keuntungan maupun kerugian. Tersedia pula program insentif

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perdagangan derivatif kripto menunjukkan peningkatan minat di kalangan masyarakat Indonesia. Kondisi tersebut tercermin dari bertambahnya aktivitas perdagangan derivatif di platform kripto dalam periode setahun terakhir.

PT Pintu Kemana Saja mencatat pertumbuhan jumlah pengguna perdagangan derivatif atau Monthly Trading Users (MTU) hampir 500 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal IV-2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad menyampaikan, peningkatan tersebut tidak hanya terlihat dari jumlah pengguna. Volume perdagangan derivatif kripto di layanan Pintu Futures pada kuartal IV-2025 juga mengalami kenaikan lebih dari 370 persen, dibandingkan kuartal IV-2024.

"Bahkan masih dalam periode tersebut, frekuensi perdagangan juga ikut naik lebih dari 300 persen. Kenaikan lainnya juga diperlihatkan dari pengguna aktif yang turut meningkat sebesar 226 persen, serta frekuensi deposit naik lebih dari 450 persen,” kata dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/1/2026).

1. Derivatif kripto memberi ruang strategi berbeda

ilustrasi kripto (IDN Times/Aditya Pratama)

Iskandar menjelaskan, perdagangan derivatif kripto memungkinkan trader menyesuaikan strategi dengan kondisi pasar yang berbeda. Menurut dia, mekanisme derivatif memungkinkan trader mengambil posisi long maupun short berdasarkan analisis masing-masing.

"Selain itu, kami juga menyediakan platform edukasi gratis melalui Pintu Academy yang dapat diakses melalui situs pintu.co.id maupun aplikasi PINTU, sebagai bekal bagi trader sebelum melakukan perdagangan futures atau derivatif kripto," tuturnya.

2. Akselerasi derivatif kripto didukung fitur dan insentif

ilustrasi kripto (IDN Times/Aditya Pratama)

Dalam operasional perdagangan derivatif, ada sejumlah mekanisme teknis di Pintu Futures, antara lain pengaturan jenis order lanjutan, pengelolaan margin awal, pengaturan leverage hingga 25 kali, serta fitur pengamanan harga dan pengaturan batas keuntungan maupun kerugian.

Selain itu, tersedia pula berbagai pilihan aset kripto yang dapat diperdagangkan pada layanan tersebut. Iskandar menyampaikan, terdapat program insentif bagi pengguna yang pertama kali melakukan perdagangan derivatif, berupa reward dalam bentuk stablecoin USDT dengan nilai hingga Rp2 juta.

“Untuk terus mendorong peningkatan trading di Pintu Futures, kami memberikan reward dalam bentuk stablecoin USDT," tuturnya.

3. Trader juga perlu mencermati risiko dari derivatif kripto

ilustrasi kripto (pexels.com/Jakub Zerdzicki)

Mengacu pada data Coinglass, total nilai perdagangan derivatif kripto secara global sepanjang 2025 mencapai 85,70 triliun dolar AS atau setara sekitar Rp1.445 kuadriliun.

Sementara itu, volume perdagangan derivatif kripto di dalam negeri masih relatif terbatas. Berdasarkan data dari bursa kripto CFX, total nilai transaksi derivatif kripto di Indonesia pada periode September 2024 hingga September 2025 tercatat sebesar Rp73,8 triliun.

Iskandar mengingatkan, perdagangan derivatif kripto memiliki tingkat risiko yang tinggi. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya persiapan yang memadai, penerapan manajemen risiko, serta melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan perdagangan.

"Karena semua keputusan investasi atau trading adalah tanggung jawab setiap trader atau investor,” kata Iskandar.

Editorial Team