Jakarta, IDN Times - Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 terlalu optimistis, terutama pada sisi penerimaan perpajakan. Dia menjelaskan, pemerintah mengasumsikan pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 21,5 persen, padahal secara natural pertumbuhan hanya sekitar 7,5 persen.
"Asumsi pertumbuhan penerimaan perpajakan APBN 2026 sebesar 21,5 persen, terlalu agresif. Jika menggunakan asumsi tingkat pertumbuhan natural sekitar 7,5 persen, maka pendapatan negara akan turun tajam dan defisit APBN 2026 tembus 3 persen," kata dia dalam paparannya, dikutip IDN Times, Sabtu (7/2/2026).
