Jakarta, IDN Times - Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stagnan di kisaran 5 persen selama 12 tahun terakhir menjadi sinyal serius adanya ancaman middle income trap. Padahal, pada periode awal pembangunan ekonomi nasional, Indonesia pernah mencatat pertumbuhan tinggi.
Pada 1968 dan tahun-tahun sesudahnya, ekonomi nasional mampu tumbuh di kisaran 7–8 persen, bahkan sempat mencapai 10,92 persen pada 1968.
“Kenapa 12 tahun terakhir ini ekonomi kita, bahasanya, letoy masih di 5 persen terus? Ini memang identik dengan ancaman middle income trap,” ujarnya saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur BI di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (23/1/2026).
