Jakarta, IDN Times - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencatat capaian impresif. Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh 5,61 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy), tertinggi sejak kuartal III-2022. Angka ini juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal IV-2025 yang sebesar 5,39 persen.
Namun, di balik pertumbuhan tersebut, Permata Institute for Economic Research (PIER) menilai masih ada sejumlah tantangan yang perlu diwaspadai, mulai dari perlambatan manufaktur, tekanan global, hingga kualitas lapangan kerja yang belum sepenuhnya kuat.
Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih sangat bergantung pada permintaan domestik.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada awal 2026 masih didukung kuat oleh permintaan domestik, terutama konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah. Namun demikian, dinamika eksternal seperti perang dagang, konflik geopolitik, dan perlambatan ekonomi global tetap perlu dicermati karena dapat mempengaruhi stabilitas dan prospek pertumbuhan ke depan,” tutur Josua dalam media briefing di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
