Elon Musk (twitter.com/TIME)
Namun, di samping prestasinya tersebut, Musk dikenal sebagai tokoh yang lekat dengan kontroversi. Pada 2018 lalu, Komisi Sekuritas dan Bursa AS mendakwanya dengan penipuan karena Musk men-tweet bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk menjadikan Tesla sebagai perusahaan pribadi.
Selain masalah langsung dengan dirinya, perusahan mobil listrik Musk, Tesla, juga menjadi objek pengawasan regulator. Perangkat lunak Autopilot perusahaan sedang dalam penyelidikan federal terkait kecelakaan yang terjadi dengan kendaraan darurat yang sedang diparkir, dan penyelidikan New York Times baru-baru ini mempertanyakan keamanan perangkat lunak tersebut.
Dalam wawancara dengan Time, Musk membahas beberapa isu itu. “Statistik yang saya pikir pada titik ini jelas adalah bahwa jauh lebih banyak kecelakaan dengan Autopilot mati daripada saat Autopilot hidup,” kata Musk.
“Ini bukan untuk mengatakan bahwa Autopilot itu sempurna. Sekarang Anda bisa mengemudi sendiri sepenuhnya di mana Anda tidak perlu memperhatikan. Kami jelas masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” tambah Musk.