Ekonom Senior, Faisal Basri (IDN Times/Hana Adi Perdana)
Faisal mengatakan seluruh provinsi di Indonesia sudah mengonfirmasi infeksi COVID-19. Akibatnya, berbagai kegiatan pariwisata terhenti dan menyebabkan sektor ini mencatatkan kerugian besar, mencapai ratusan juta dolar Amerika.
“Tapi memang betul pada bulan Juli kemarin kemerosotan wisatawan global itu 81 persen, kemudian Agustus 79 persen. Padahal ini adalah puncak turis ya. Kira-kira ada 700 juta berkurangnya itu yang datang di berbagai negara dan menyebabkan kerugian 730 miliar dolar Amerika,” katanya.
Ia lebih lanjut menjelaskan bahwa kebijakan-kebijakan moneter dan kebijakan lainnya yang sudah diumumkan selama ini tidak cukup mampu mengimbangi dampak yang dibawa pandemik. Ia pun menyebut dibutuhkan gebrakan baru agar dampak wabah bisa dibendung.
“Kebijakan moneter, kebijakan-kebijakan lain tidak cukup. Karena apa? Kita bicara tentang menyelamatkan nyawa manusia terlebih dahulu. Jadi ekonomi dan lain-lain itu di belakang. Di depannya adalah penyelamatan nyawa manusia, kesehatan, karena jalannya cuma satu lajur,” katanya.
“Oleh karena itulah kita membutuhkan mindset baru. Prosesnya cukup panjang. Tidak ada jalan pintas.”