Jakarta, IDN Times – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, memastikan proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) berjalan secara adil dan terbuka. Menurutnya, publik dapat menilai secara langsung kemampuan serta kapasitas para kandidat yang mengikuti tahapan seleksi tersebut.
“Fit and proper test-nya fair. Kita lihat saja karena prosesnya terbuka. Publik juga bisa menilai kemampuan, kapasitas, dan aspek lainnya dari para calon,” ujar Misbakhun saat ditemui di Gedung DPR, Senin (19/1/2025).
Ia menilai salah satu kandidat, Wakil Menteri Keuangan Thomas A. M. Djiwandono, memiliki kompetensi yang memadai, baik dari sisi akademik maupun pengalaman birokrasi. Selain itu, faktor personal juga menjadi pertimbangan.
“Kalau saya menilai, secara kemampuan Pak Thomas Djiwandono kuat dari sisi akademik. Dari pengalaman birokrasi juga ada. Secara pribadi, beliau sangat humble, rendah hati, dan menurut saya merupakan figur yang pantas menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia,” katanya.
Meski demikian, Misbakhun menegaskan seluruh kandidat memiliki kapasitas masing-masing. Keputusan akhir akan ditentukan melalui mekanisme politik di Komisi XI DPR RI.
“Dari tiga calon yang ada, saya mengenal ketiganya. Semua punya kelebihan. Nanti akan kami rapatkan di Komisi XI karena ini jabatan politis. Keputusan akhirnya bergantung pada kesepakatan politik yang diambil,” ujarnya.
Profil Calon Deputi Gubernur BI
Thomas A M Djiwandono diangkat sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Indonesia Maju pada 18 Juli 2024 melalui Keputusan Presiden Nomor 45/M Tahun 2024. Ia kemudian dilantik kembali sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 21 Oktober 2024.
Sementara itu, Solikin Juhro telah mengabdi di Bank Indonesia sejak 1994 dan saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI sejak 2023. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Kepala Institut Bank Indonesia serta Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter. Pengalaman luas di bidang kebijakan makroprudensial menjadikannya salah satu kandidat kuat.
Adapun Dicky Kartikoyono juga menjadi pesaing dalam seleksi ini. Ia memulai karier di Bank Indonesia pada 1995 dan kini menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI sejak 2023.
Sebelumnya, Dicky pernah menduduki sejumlah posisi strategis, antara lain Kepala Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia di London.
