ilustrasi tunjangan kinerja diplomat (unsplash.com/Roman Synkevych)
Tunjangan kinerja menjadi komponen penting dalam total penghasilan diplomat Indonesia. Regulasi terkait tunjangan ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 124 Tahun 2018, menyesuaikan kelas jabatan masing-masing diplomat. Kelas jabatan mencerminkan tingkat tanggung jawab, kompleksitas tugas, serta posisi dalam struktur organisasi Kementerian Luar Negeri.
Sebelum melihat daftar nominal, perlu dipahami bahwa tunjangan kinerja bersifat dinamis. Penilaian kinerja individu, kehadiran, serta capaian kerja berpengaruh langsung terhadap pencairan penuh atau sebagian. Pendekatan ini menempatkan profesionalisme sebagai variabel utama dalam penghasilan bulanan.
Berikut rincian tunjangan kinerja diplomat Indonesia per bulan sesuai kelas jabatan:
Diplomat Utama (Kelas Jabatan 13): Rp10,93 juta
Diplomat Madya (Kelas Jabatan 11): Rp8,75 juta
Diplomat Muda (Kelas Jabatan 9): Rp5,07 juta
Diplomat Pertama (Kelas Jabatan 8): Rp4,59 juta
Selain itu, diplomat juga menerima tunjangan jabatan fungsional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2022. Tunjangan ini diberikan sebagai pengakuan keahlian profesional di bidang diplomasi. Besarannya sebagai berikut:
Diplomat Ahli Utama: Rp2,29 juta
Diplomat Ahli Madya: Rp1,60 juta
Diplomat Ahli Muda: Rp1,24 juta
Diplomat Ahli Pertama: Rp540 ribu
Komponen tambahan lain mencakup tunjangan keluarga, tunjangan makan harian, serta tunjangan penempatan luar negeri. Tunjangan luar negeri memiliki variasi paling besar karena disesuaikan biaya hidup, tingkat risiko, serta kondisi sosial politik negara tujuan. Faktor ini menjadikan total penghasilan diplomat di luar negeri bisa berbeda jauh antarpenempatan, meskipun berasal dari jabatan setara.
Pembahasan gaji diplomat Indonesia menunjukkan bahwa penghasilan profesi ini dibentuk oleh sistem berlapis, bukan sekadar angka gaji pokok. Kombinasi regulasi, jenjang jabatan, serta konteks penugasan menciptakan struktur finansial yang kompleks sekaligus terukur. Setelah mengetahui gambaran ini, apakah profesi diplomat masih terlihat semenarik bayangan awal kamu tentang gaji diplomat Indonesia?