Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
20260205_130423.jpg
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono. (IDN Times/Trio Hamdani)

Intinya sih...

  • Genteng dinilai lebih nyaman dan tahan lama, menambah kualitas rumah dari segi fungsi dan estetika.

  • Prabowo memberikan arahan jelas dalam Rapat Koordinasi Nasional di Sentul untuk mewujudkan gerakan Indonesia ASRI.

  • Prabowo ingin Indonesia bebas atap seng berkarat demi memperindah wajah negara dan menarik wisatawan mancanegara.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan rencana gentengisasi akan didorong melalui program renovasi rumah rakyat, salah satunya Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Program tersebut selama ini dikenal sebagai skema bedah rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Ke depannya, BSPS tidak hanya menyasar perbaikan struktur bangunan, tapi juga didorong untuk penggantian atap rumah.

"Ini bisa dikatakan semacam program bedah rumah atau renovasi rumah rakyat yang salah satu elemennya selain tentu yang lain-lain dibenahi, apakah sanitasinya, MCK-nya. Tapi juga kalau rusak atapnya diganti dengan genteng yang lebih baik," kata dia di kantornya, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

1. Genteng dinilai lebih nyaman dan tahan lama

Ilustrasi Genteng (pixabay.com/mufidpwt)

Menurut AHY, Presiden Prabowo Subianto memiliki pandangan agar pembangunan tidak semata-mata mengejar aspek fisik, tetapi juga memperhatikan nilai keindahan dan kenyamanan hunian. Penggunaan genteng dipandang mampu menambah kualitas rumah, tidak hanya dari sisi fungsi, tetapi juga estetika.

"Kalau seng, beliau mengatakan biasanya lebih panas. Kemudian juga bisa korosif atau berkarat, dan lain sebagainya, ketahanannya, begitu ya," ujar mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) itu.

Atas dasar itu, pengembangan perumahan ke depan, termasuk rumah rakyat dan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, diarahkan agar menggunakan material atap yang lebih baik.

2. Prabowo sudah memberikan arahan yang jelas

Atap seng warga yang hancur akibat terseret angin. (Foto: BPBD Kabupaten Malang)

AHY juga menyinggung arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional di Sentul. Dalam forum tersebut, orang nomor satu di Indonesia itu mendorong agar wajah Indonesia semakin asri melalui gerakan Indonesia ASRI.

Gerakan tersebut dimaknai sebagai upaya mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, resik, serta indah. Hal itu, kata AHY, menjadi landasan kebijakan pengembangan perumahan dan permukiman ke depan.

"Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Menteri Pekerjaan Umum juga sudah mendapatkan arahan yang jelas dari Bapak Presiden. Saya ingin terus mendorong juga dan tentunya mengkoordinasikan hal-hal yang perlu dikawal di lapangan," tuturnya.

3. Prabowo ingin Indonesia bebas atap seng berkarat

Presiden Prabowo memberikan taklimat di Rakornas Pemerintahan Pusat dan Daerah Tahun 2026. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Prabowo mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung upaya memperindah wajah Indonesia, termasuk dengan menghilangkan penggunaan atap seng berkarat karena tidak memberikan daya tarik bagi wisatawan mancanegara.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam Taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Jawa Barat, Minggu (2/2/2026).

"Kita, saya berharap dalam 2-3 tahun Indonesia tidak akan kelihatan karat. Karat adalah lambang degenerasi. Bukan lambang kebangkitan," kata Prabowo.

Editorial Team