Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi logo google (unsplash.com/Pawel Czerwinski)
Ilustrasi logo google (unsplash.com/Pawel Czerwinski)

Intinya sih...

  • Google dukung Sakana AI untuk kembangkan model AI lokal di Jepang.

  • Sakana AI targetkan ekspansi global dan kolaborasi strategis dengan Google.

  • Investasi Google dan Sakana AI percepat adopsi kecerdasan buatan di Jepang.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Google mengumumkan investasi strategis pada startup kecerdasan buatan (AI) asal Jepang, Sakana AI. Langkah ini bertujuan memperkuat kehadiran dan pengembangan chatbot Gemini di Jepang, yang kini menjadi salah satu pasar dengan tingkat adopsi teknologi AI paling cepat di Asia.

Investasi tersebut dilakukan menyusul pendanaan Seri B yang diperoleh Sakana AI tahun lalu senilai 135 juta dolar AS (Rp2,2 triliun), yang membawa valuasi perusahaan mencapai 2,6 miliar dolar AS (Rp43,5 triliun). Kolaborasi ini diharapkan mendorong pengembangan inovasi AI yang lebih adaptif terhadap konteks dan bahasa Jepang, serta meningkatkan kemampuan produk Google dalam pasar lokal.

1. Google dukung Sakana AI untuk kembangkan model AI lokal di Jepang

Ilustrasi Gemini AI. (unsplash.com/Solen Feyissa)

Google resmi bergabung sebagai salah satu pendukung startup kecerdasan buatan asal Tokyo, Sakana AI, melalui investasi finansial dengan nilai yang tidak diungkapkan. Kolaborasi strategis ini memungkinkan Sakana AI memanfaatkan model AI milik Google, seperti Gemini dan Gemma, untuk mendukung pengembangan produk dan riset teknologi berbasis kecerdasan buatan di Jepang.

Sakana AI didirikan oleh mantan peneliti Google, termasuk CEO David Ha, dan berfokus pada pengembangan model AI generatif yang efisien dan dioptimalkan untuk bahasa serta konteks budaya Jepang.

“Google melakukan investasi finansial untuk memperkuat kolaborasi ini. Hal ini menunjukkan pengakuan mereka terhadap kedalaman teknis kami serta misi kami untuk memajukan AI di Jepang," menurut pernyataan Sakana AI di platform X, dilansir Bloomberg.

2. Sakana AI targetkan ekspansi global dan kolaborasi strategis dengan Google

Ilustrasi Google Search (pexels.com/ AS Photography)

Sakana AI sebelumnya telah mengumpulkan pendanaan sebesar 135 juta dolar AS (Rp2,2 triliun) dalam putaran Seri B tahun lalu, dengan valuasi pasca-pendanaan mencapai sekitar 2,6 miliar dolar AS (Rp43,5 triliun). Investor utama dalam putaran tersebut meliputi MUFG, Khosla Ventures, dan In-Q-Tel, lembaga yang dikenal mendukung inovasi teknologi untuk sektor strategis.

Dana investasi itu difokuskan untuk memperkuat riset dan pengembangan, merekrut talenta baru di bidang kecerdasan buatan, serta memperluas ekspansi global. Sakana AI menempatkan sektor keuangan, manufaktur, dan pertahanan sebagai prioritas utama penerapan teknologi mereka.

CEO David Ha menyatakan bahwa kolaborasi dengan Google akan mempercepat penerapan sistem AI canggih di berbagai lingkungan industri yang memerlukan tingkat privasi dan keandalan tinggi.

3. Investasi Google dan Sakana AI percepat adopsi kecerdasan buatan di Jepang

ilustrasi Google di HP (pexels.com)

Investasi Google di Sakana AI diharapkan mempercepat adopsi kecerdasan buatan di Jepang, terutama di kalangan perusahaan besar yang membutuhkan solusi teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Dalam kolaborasi ini, Sakana AI akan memberikan umpan balik langsung dari pengguna Jepang untuk membantu pengembangan dan penyempurnaan ekosistem AI Google.

Kemitraan strategis ini menggabungkan infrastruktur dan sumber daya teknologi Google dengan pemahaman mendalam Sakana terhadap pasar Jepang, termasuk di sektor sensitif seperti perbankan dan pemerintahan. Sinergi tersebut juga memperkuat posisi chatbot Gemini dalam persaingan global melawan kompetitor seperti ChatGPT di kawasan Asia.

“Berdasarkan wawasan lokal dan keahlian teknis yang kami peroleh dari para pengguna, kami akan memberikan umpan balik langsung bagi ekosistem AI Google,” menurut pernyataan resmi Sakana AI, dilansir Nikkei Asia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team