Jakarta, IDN Times - Gudang Bulog dijarah massa di tengah bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Aceh. Terkait hal tersebut, Direktur Utama Bulog mengatakan, pihaknya menyadari bahwa masyarakat saat ini tengah menghadapi situasi darurat akibat bencana.
"Kami memahami bahwa masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah sedang menghadapi situasi darurat akibat bencana yang memutus akses pangan. Fokus utama kami adalah memastikan kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi, melalui koordinasi dan langkah kebijakan yang tepat bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025).
Gudang Bulog Dijarah Saat Bencana, Dirut: Kami Paham Situasi Darurat Warga

Intinya sih...
Bulog salurkan bantuan ke tiga provinsi terdampak banjir dan longsor
Bulog tambah stok beras di Sibloga dan Nias untuk memperkuat pasokan pangan
Sebanyak 442 orang meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Sumatra
1. Bulog serahkan sejumlah bantuan
Rizal mengatakan, pihaknya telah menyalurkan sejumlah bantuan ke tiga provinsi terdampak. Antara lain 1.500 kg beras, 300 liter minyak goreng, 160 kg gula, 20 dus mie instan, 20 dus biskuit, dan 1.200 porsi nasi boks.
Selain itu, hingga tanggal 30 November 2025, Perum BULOG telah melakukan pelayanan penyaluran beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) dengan rincian sebagai berikut:
Provinsi Aceh: 152.893 kg
Provinsi Sumatera Utara: 72.630 kg
Provinsi Sumatera Barat: 61.554 kg
"Sehingga total beras CPPD yang telah disalurkan ke tiga provinsi tersebut mencapai lebih dari 287 ton," ujarnya.
2. Stok beras ditambah
Selain itu, Bulog juga menambah stok beras ke Sibloga dan Nias untuk memperkuat ketersediaan pasokan pangan dalam rangka pemerataan dan percepatan pemulihan distribusi. Rinciannya 1.562 ton di Sibloga dari Jakarta dan Medan serta 1.650 ton di Nias dari Jakarta dan Padang.
"Perum BULOG berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas pasokan pangan nasional, khususnya di tengah situasi bencana, serta memastikan bahwa setiap langkah yang dilakukan berpedoman pada prinsip kemanusiaan, ketertiban, dan kepentingan masyarakat luas," ujarnya.
3. Sebanyak 442 orang meninggal dunia
Diketahui, bencana banjir dan longsor di Sumatra mulai terjadi pada 25 November 2025 setelah hujan deras turun tanpa henti. Jumlah korban masih terus bertambah.
Berikut rincian korban bencana banjir dan longsor Sumatra per Minggu (30/11/2025):
• Sumatra Utara: 217 meninggal dunia, 209 hilang
• Sumatra Barat: 129 meninggal dunia, 118 hilang
• Aceh: 96 meninggal dunia, 75 hilang