ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Aditya Pratama)
Kualitas aset tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tercatat rendah, dengan NPL gross sebesar 0,68 persen dan NPL net 0,24 persen. Angka ini lebih baik dibandingkan rata-rata industri perbankan menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang masing-masing sebesar 2,05 persen dan 0,79 persen.
Untuk memperkuat layanan, sepanjang 2025 Hana Bank menghadirkan sejumlah inovasi, antara lain produk simpanan Goal Savings dan Flexi Deposit, serta memperluas kerja sama dengan mitra wealth management guna menambah pilihan investasi nasabah.
Di sisi lain, komitmen terhadap pembiayaan berkelanjutan juga terus ditingkatkan.
"Hingga akhir 2025, penyaluran pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp5,19 triliun, naik 12,27 persen YoY. Pembiayaan ini mencakup sektor UMKM, pengelolaan air dan limbah, serta produk ramah lingkungan lainnya," katanya menegaskan.
Kontribusi pembiayaan berkelanjutan tersebut mencapai 12,92 persen dari total kredit Hana Bank.
Ke depan, perseroan menargetkan pertumbuhan yang lebih kuat dengan tetap menjaga kualitas aset serta memperluas pembiayaan pada sektor-sektor strategis.