ilustrasi Bitcoin (unsplash.com/Jievani Weerasinghe)
Kenaikan harga Bitcoin selama berbulan-bulan tidak lepas dari investor yang merasa optimis dengan keterlibatan Trump di sektor tersebut dan dukungan terang-terangan terhadap mata uang kripto, serta janji-janjinya untuk mempermudah peraturan perundang-undangan di industri kripto.
Salah satu tindakan pertama Trump setelah kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025 adalah mengeluarkan perintah eksekutif yang bertujuan menjadikan AS sebagai "pusat kripto di planet ini."
Pada tahun pertamanya kembali menjabat, Trump meluncurkan merek mata uang kripto pribadi, dengan sebagian besar keuntungan dialokasikan ke perusahaannya sendiri. Kemudian dia melanjutkan keterlibatannya dengan World Liberty Financial, sebuah wahana investasi untuk aset kripto lainnya yang dimiliki oleh keluarga Trump.
Selama pemerintahan Trump hingga saat ini, dia telah menandatangani undang-undang untuk mendukung sokongan federal terhadap mata uang kripto, membubarkan tim Departemen Kehakiman yang fokus pada penegakan regulasi kripto, dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) telah menghentikan pekerjaan penegakan hukum dan investigasi terkait kripto.
Adapun pada November 2025, anggota Partai Demokrat di Komite Kehakiman Senat mengecam "agenda pro-kripto" Trump. Dia mencatat bahwa Trump telah mengumpulkan aset kripto senilai lebih dari 11 miliar dolar AS dan memperoleh pendapatan pribadi sebesar 800 juta dolar AS dari transaksi kripto sejak menjabat.
Dengan penurunan pada Kamis (5/2/2026), harga Bitcoin telah turun 32 persen dalam 12 bulan terakhir dan cenderung menuju harga yang terlihat pada awal 2024 dan 2021.