Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Harga Emas Antam Drop Rp50 Ribu, Jadi Rp2,769 Juta per Gram
ilustrasi emas Antam (logammulia.com)
  • Harga emas Antam turun Rp50 ribu per gram menjadi Rp2,769 juta, sementara harga buyback ikut merosot Rp60 ribu ke level Rp2,576 juta per gram.
  • Emas dinilai sebagai instrumen investasi jangka panjang yang stabil dan berfungsi sebagai diversifikasi portofolio karena nilainya cenderung berlawanan dengan saham atau properti.
  • Investasi emas banyak dipilih investor konservatif karena risikonya rendah, namun kurang cocok untuk tujuan jangka pendek akibat selisih harga jual dan beli.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Harga emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam turun Rp50 ribu per gram pada Sabtu (16/5/2026). Dengan demikian, harga emas Antam hari ini dibanderol Rp2,769 juta per gram.

Berdasarkan data situs logammulia.com, harga buyback juga turun lebih dalam yakni Rp60 ribu sehingga dibanderol Rp2,576 juta per gram. Harga buyback emas harus merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22. Adapun besarannya 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk yang tidak memegang NPWP. 

1. Rincian harga emas hari ini

Berikut harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp1,434,5 juta

  • Harga emas 1 gram: Rp2,769 juta

  • Harga emas 2 gram: Rp5,478 juta

  • Harga emas 3 gram: Rp8,192 juta

  • Harga emas 5 gram: Rp13,620 juta

  • Harga emas 10 gram: Rp27,185 juta

  • Harga emas 25 gram: Rp67,837 juta

  • Harga emas 50 gram: Rp135,59 juta

  • Harga emas 100 gram: Rp271,112 juta

  • Harga emas 250 gram: Rp677,515 juta

  • Harga emas 500 gram: Rp1,35 miliar

  • Harga emas 1.000 gram: Rp2,709 miliar. 


2. Emas jadi investasi yang cenderung naik untuk jangka panjang

Emas bisa menjadi instrumen yang sangat berguna untuk mendiversifikasi portofolio investasi. Selain karena merupakan logam mulia yang banyak diminati, nilai emas juga cenderung bertolak belakang dengan aset investasi lain seperti ekuitas atau properti.

Dengan demikian, pada saat harga saham atau properti turun, nilai emas kemungkinan besar akan naik, sehingga investor yang telah mendiversifikasi investasinya ke emas bisa bernapas lega, karena tidak semua aset yang dimiliki melemah nilainya.

Menurut MoneyWeek, emas juga bisa disebut sebagai asuransi untuk portofolio seorang investor, sehingga setiap investor setidaknya harus mengalokasikan sekitar 5 hingga 15 persen dari portofolio mereka untuk investasi terkait emas.

3. Investasi emas sering digunakan untuk investor konservatif

Berinvestasi emas sering kali menjadi pilihan, terutama bagi para investor konservatif. Selain mudah, investasi emas juga cenderung aman karena risiko yang dimiliki tidak setinggi investasi pada instrumen saham.

Nah, sebelum kamu memulai investasi, tentukan lebih dulu apa tujuan investasimu. Jika investasi untuk jangka pendek, tentu instrumen emas tidak cocok karena ada selisih harga jual dan harga beli. Alih-alih untung, kamu justru malah buntung. Oleh karena itu, pintar-pintar dalam menentukan tujuan investasi ya!

Editorial Team