Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2,818 Juta per Gram
Etalase yang memajang imitasi emas antam di Toko Butik Emas Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Harga emas Antam turun Rp42 ribu menjadi Rp2,818 juta per gram, sementara harga buyback juga turun ke Rp2,585 juta per gram.
  • Perencana keuangan Andy Nugroho menjelaskan bahwa emas tergolong investasi berisiko rendah namun tetap rawan hilang atau dicuri karena sifatnya yang mudah dibawa.
  • Keuntungan investasi emas dihitung dari selisih harga jual dan beli, sehingga emas lebih cocok untuk investasi jangka panjang agar nilai selisihnya menguntungkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) naik pada Senin (13/4/2026). Untuk pecahan 1 gram, harganya turun Rp42 ribu per gram menjadi Rp2,818 juta, dibandingkan posisi sebelumnya.

Harga buyback emas Antam juga ikut naik. Berdasarkan data dari laman resmi logammulia.com, buyback emas juga turun dengan nominal yang sama, sehingga saat ini berada di level Rp2,585 juta per gram.

Harga buyback adalah harga yang ditetapkan Antam untuk membeli kembali atau menebus emas batangan dari konsumen. Jadi, jika pemegang logam mulia ingin menjual kembali emas mereka kepada Antam, mereka akan menerima pembayaran sesuai harga buyback tersebut.

1. Daftar rincian harga emas hari ini

Berikut adalah harga emas Antam per 11 April:

Emas Antam 0,5 gr: Rp1,459 juta

​Emas Antam 1 gr: Rp2,818 juta

​Emas Antam 2 gr: Rp5,576 juta

​Emas Antam 3 gr: Rp8,339 juta

​Emas Antam 5 gr: Rp13,865 juta

​Emas Antam 10 gr: Rp27,675 juta

​Emas Antam 25 gr: Rp69,062 juta

​Emas Antam 50 gr: Rp138,045 juta

​Emas Antam 100 gr: Rp276,012 juta

​Emas Antam 250 gr: Rp689,765 juta

​Emas Antam 500 gr: Rp1,379 miliar

​Emas Antam 1000 gr: Rp2,758 miliar

Harga jual emas tersebut belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

2. Setiap instrumen investasi memiliki risiko berbeda

Setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko berbeda. Ada yang rendah, moderat atau menengah, hingga berisiko tinggi.

Menurut perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, salah satu instrumen investasi berisiko rendah adalah logam mulia atau emas fisik. Namun, emas juga memiliki risiko tinggi hilang atau dicuri, terutama ketika dibawa bepergian.

"Risiko rendah karena pertumbuhan nilai sudah lebih tinggi dibanding bunga bank, tapi juga fluktuatif, cukup likuid. Kenapa bisa juga dikategorikan risiko tinggi, karena mudah atau rawan hilang, dicuri. Di satu sisi dia sangat praktis, mudah dibawa-bawa. Tapi itu bisa dicuri," kata Andy kepada IDN Times.

Selain itu, Andy mengingatkan agar masyarakat memahami instrumen-instrumen investasi yang rendah risiko, tentunya juga akan memberikan imbal hasil yang lebih kecil.

Sebaliknya, jika kamu mencari instrumen investasi yang imbal hasil lebih besar, maka risikonya juga tinggi atau peluang menghadapi kerugian lebih besar, high risk high return.

"Dengan adanya risiko rendah berarti return juga kecil. Jadi jangan sampai orang berasumsi risiko rendah tapi return tinggi," kata Andy.

3. Cara hitung keuntungan investasi emas

Cara menghitung keuntungan berinvestasi emas ialah dengan mencari selisih harga jual dan harga beli. Misalnya, harga beli emas Antam Rp1,021 juta per gram dan harga jual kembali Rp917 ribu per gram.

Ada selisih Rp104 ribu dari harga jual dan harga beli. Artinya, kamu harus menunggu sampai selisih harga melebihi harga beli agar meraih keuntungan.

Apabila kamu beli emas Rp1,031 juta pada pagi hari, lalu sore harinya ingin dijual, kamu rugi Rp104 ribu. Berbeda halnya apabila kamu membeli emas hari ini, lalu dijual kembali lima tahun kemudian. Oleh sebab itu, emas kerap disebut sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Editorial Team