Jakarta, IDN Times - Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan pergerakan harga minyak mentah dunia akan mengalami gejolak signifikan pada pekan depan.
Dia memperkirakan minyak mentah jenis crude oil akan bergerak di level support 93,300 dan berpotensi menembus level resistance hingga 107,100 dolar AS. Kenaikan paling tajam diprediksi terjadi pada jenis minyak brent.
"Ini yang menarik itu adalah brent crude oil. Brent crude oil kemungkinan besar ditransaksikan itu adalah di 110 sampai 116. Jadi yang terlihat penguatannya cukup tajam itu adalah brent crude oil," kata Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (22/3/2026).
