Ilustrasi Obligasi/Surat Berharga. (IDN Times/Aditya Pratama)
Dalam sepekan terakhir ini BEI juga mendapatkan dua pencatatan obligasi. Perusahaan pertama yang mencatatkan ogbligasi di BEI pada awal pekan lalu adalah PT Indomobil Finance Indonesia.
Perusahaan tersebut menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahun 2021 Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II 2021 yang nilai nominalnya sebesar Rp1,925 triliun. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk obligasi tersebut adalah idA (Single A).
Obligasi baru kedua yang tercatat minggu ini di BEI adalah Obligasi Berkelanjutan VI Medco Energi Internasional Tahap II Tahun 2021 oleh PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).
Surat utang tersebut mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp1 triliun. Hasil pemeringkatan Pefindo untuk obligasi ini adalah idA+ (Single A Plus).
Yulianto menjelaskan, total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 87 Emisi dari 52 perusahaan senilai Rp91,01 triliun.
"Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI hingga saat ini berjumlah 478 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp427,22 triliun dan 47,5 juta juta dolar AS serta diterbitkan oleh 124 emiten," kata dia.
Sementara itu, Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 139 seri dengan nilai nominal Rp4.468,88 triliun dan 300 juta dolar AS, sedangkan Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp5,33 triliun.