Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IHSG Cetak Rekor dan Rupiah Anjlok, Purbaya: Ada yang Aneh, Tanya BI
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Triyan Pangastuti)

Intinya sih...

  • Investor wait and see terhadap pergerakan rupiah dan IHSG

  • Purbaya meminta media bertanya ke BI terkait penyebab ambruknya rupiah dan menguatnya IHSG

  • Purbaya optimistis rupiah akan menguat karena modal terus masuk ke dalam negeri

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kondisi antara pergerakan rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bagaikan bumi dan langit.

Rupiah dalam beberapa waktu belakangan terus tertekan nyaris menyentuh level Rp17 ribu per dolar Amerika Serikat (AS). Di sisi lain, IHSG terus mencatatkan rekor tertinggi alias all time high (ATH).

"Jadi kalau orang sebagian bilang kan IHSG gak ada gunanya buat kita, tapi IHSG itu sinyal ke investor dan pelaku-pelaku bisnis di seluruh Indonesia, di luar negeri bahwa ada perkembangan positif yang terjadi di sini," ujar Purbaya kepada awak media, Selasa (20/1/2026).

1. Investor sedang wait and see

Ilustrasi investor (IDN Times/Aditya Pratama)

Purbaya menambahkan, para investor tersebut sedang melihat-melihat dan sebagian sudah masuk mengimplementasikan kebijakan investasi mereka.

"Jadi prospek kita akan baik," ujarnya.

2. Minta tanyakan ke BI

Kantor Bank Indonesia (BI). (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Purbaya pun ditanya media tentang penilaiannya terhadap penyebab kondisi dan situasi antara rupiah serta IHSG saat ini.

Dia mengaku punya penilaian tersendiri, tetapi enggan menyampaikannya ke awak media. Purbaya pun meminta media bertanya ke Bank Indonesia (BI) terkait penyebab ambruknya rupiah dan menguatnya IHSG.

"Saya punya, tapi saya gak boleh ngomong. Anda tanya ke Bank Sentral aja apa yang terjadi," kata dia

3. Optimisme Purbaya rupiah akan menguat

ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)

Purbaya pun optimistis rupiah akan menguat secara perlahan. Menurutnya, tidak ada alasan rupiah terus anjlok, sedangkan modal terus masuk ke dalam negeri.

"Rupiah nanti pelan-pelan akan menguat. Gak ada alasan rupiah melemah ketika modal masuk ke sini. Ya kan? Menurut Anda gimana? Makanya ada yang aneh kan? Anda tanya ke Bank Sentral," tutur dia.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada penutupan Selasa (20/1) tercatat melemah ke level Rp16.956 per dolar AS. Mata uang Garuda terdepresiasi sebesar 1,50 poin atau sekitar 0,01 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya.

Editorial Team