Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IHSG Tertekan, Dasco Minta Otoritas Moneter Buat Investor Global Betah
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat memantau perkembangan IHSG di BEI. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Sufmi Dasco Ahmad meminta otoritas moneter menciptakan regulasi yang membuat investor global betah di pasar saham Indonesia setelah IHSG melemah dalam beberapa hari terakhir.
  • Pertumbuhan investor retail dinilai positif dan diharapkan dapat memperkuat fundamental pasar domestik, dengan dukungan kerja keras BEI dan OJK menghadapi tekanan global.
  • Direktur Utama BEI menegaskan ketidakpastian pasar terjadi secara global akibat fluktuasi komoditas, nilai tukar, serta konflik internasional, dan mengimbau investor tetap tenang serta fokus pada fundamental saham.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Hari itu angka saham di Indonesia turun banyak, jadi Pak Dasco datang ke tempat saham untuk lihat. Ia minta orang yang urus uang negara bikin aturan supaya orang luar negeri mau taruh uang di sini. Ada juga kabar kalau orang Indonesia yang beli saham makin banyak. Sekarang semua diminta tenang dan tidak panik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mendorong otoritas moneter menciptakan regulasi yang nyaman bagi para investor global untuk masuk ke bursa saham Indonesia.

Hal ini disampaikan Dasco setelah melakukan inspeksi dadakan (sidak) ke Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusul pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa terakhir. Dalam kunjungan itu, Dasco juga mendapatkan laporan terkait pertumbuhan investor retail di Indonesia.

"Kami mendengarkan paparan dari pengelola bursa, bagaimana mereka menciptakan regulasi-regulasi yang bisa meyakinkan dan juga membuat para investor lokal bahasanya nyaman," kata Dasco di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Dasco meyakini, dengan pertumbuhan investor retail yang terus menunjukkan tren positif, fundamental pasar dalam negeri bisa semakin membaik. Ia berharap, semua kerja keras otoritas moneter bisa membawa hasil yang baik setelah 29 Mei 2026 ini.

"Terima kasih atas kerja keras dari Direksi Bursa maupun OJK yang beberapa hari ini telah berupaya menghadapi situasi yang disebabkan oleh pasar global maupun dinamika di dunia," kata dia.

Diketahui, berdasarkan data IDX Mobile, IHSG sempat menyentuh level 6.398,79 pada Senin (18/5/2026). Dilihat dari pergerakannya, IHSG bahkan sempat melemah lebih dari 4,7 persen kemarin.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan, ketidakpastian di pasar modal itu dirasakan oleh negara-negara lain, tak hanya Indonesia.

“Tidak hanya pasar kita sebenarnya, tetapi pasar saham global masih penuh ketidakpastian. Fluktuasi komoditas minyak khususnya, fluktuasi nilai tukar mata uang, kemudian ketidakjelasan penyelesaian konflik di Timur Tengah maupun di Rusia. Itulah yang menjadi akumulasi ketidakpastian global khususnya di pasar Indonesia,” ucap Jeffrey.

Dia pun mengingatkan agar para investor tidak panik, dan tetap memperhatikan fundamental saham.

“Menganalisis secara cermat, mengatur strategi berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing. Karena kondisi pasar sangat dinamis, dan ketidakpastiannya masih cukup tinggi,” kata dia.

Editorial Team