Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, tekanan yang dialami IHSG hingga memicu trading halt semata-mata disebabkan sentimen negatif investor terhadap laporan dari organ Stanley Capital International (MSCI).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tertekan sejak perdagangan kemarin hingga pagi tadi, bahkan sempat mengalami trading halt selama 30 menit, kini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Hari ini IHSG berangsur rebound dan berhasil menipiskan pelemahannya. Hingga pukul 12.05 WIB, IHSG tercatat melemah ke level 7.828,47.
“Mungkin orang shock (laporan MSCI), kemungkinan apakah pasar kita akan dianggap masuk kategori apa, misalnya frontier market. Tapi saya yakin tidak akan turun ke sana karena pondasi ekonomi kita kuat,” ujar Purbaya di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Oleh sebab itu, ia menekankan pergerakan IHSG berpotensi pulih dalam dua hari ke depan. Terlebih, pemerintah bersama Bank Indonesia terus berkomitmen mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga mencapai 6 persen pada 2026.
Menurut Purbaya, tekanan di pasar saham tidak mencerminkan lemahnya fundamental ekonomi. Ia menilai, pelemahan terutama terjadi pada saham-saham spekulatif atau saham gorengan.
“Yang saya bisa pastikan adalah fondasi ekonomi kita gak bermasalah, akan semakin cepat ke depan. Ini mungkin orang shock akan possibility kita pasarnya dianggap pasar frontier level," tegasnya.
Terkait isu MSCI, Purbaya memastikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengambil langkah untuk memperbaiki berbagai kekurangan di BEI. Ia menyebut, Ketua OJK Mahendra Siregar dijadwalkan akan mengunjungi BEI pada siang hari ini.
“Kalau yang jatuh bursa saham-saham gorengan kan saya udah ingatkan dari dulu, bersihkan bursa dari saham gorengan. Tapi yang besar-besar kan masih ada, yang saham-saham yang blue chip itu kan naiknya belum terlalu tinggi. Kalau ada yang takut, lari aja ke situ," tegasnya.
