Jakarta, IDN Times - Pemerintah Malaysia memperkirakan pengeluaran subsidi bahan bakar nasional akan mencapai 7 miliar ringgit (Rp30,35 triliun) pada April 2026. Jumlah ini meningkat sekitar sepuluh kali lipat dari rata-rata pengeluaran bulanan sebelum terjadinya eskalasi konflik yang melibatkan Iran di Timur Tengah. Konflik tersebut telah memicu instabilitas harga energi global.
Kementerian Keuangan Malaysia menyatakan bahwa estimasi dana tersebut sudah mencakup tambahan 75 juta ringgit (Rp325,23 miliar) untuk tiga program bantuan diesel. Bantuan ini bertujuan untuk menekan beban biaya operasional di berbagai sektor industri. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan sektor vital, seperti pertanian dan logistik, tetap beroperasi di tengah tren kenaikan harga barang global.