Salah satu bagian terpenting dari aturan baru ini adalah kewajiban bagi perusahaan pembuat ponsel untuk menggunakan lebih banyak komponen atau suku cadang yang diproduksi langsung di pabrik-pabrik di wilayah India. Pemerintah ingin agar bagian-bagian penting seperti layar ponsel, modul kamera, dan baterai tidak lagi harus didatangkan dari negara lain seperti China atau Taiwan secara terus-menerus.
Dengan memproduksi sendiri komponen-komponen tersebut, India berharap bisa menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi warganya dan membuat harga ponsel menjadi lebih murah karena biaya pengiriman suku cadang dari luar negeri bisa dikurangi. Perusahaan yang paling banyak menggunakan barang buatan lokal akan diberikan prioritas utama untuk menerima bantuan dana paling besar dari negara.
Upaya untuk memperkuat industri suku cadang ini juga melibatkan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan teknologi besar dari luar negeri agar mereka mau membangun pabrik komponen di India. Pemerintah memberikan berbagai kemudahan seperti penyediaan lahan dan izin usaha yang lebih cepat bagi perusahaan yang bersedia memindahkan pusat produksinya ke India demi mendukung ekosistem manufaktur yang lengkap.
Saat ini sudah banyak proyek besar yang disetujui, termasuk pembangunan pabrik layar dan pusat pengujian chip semikonduktor yang canggih di beberapa wilayah bagian India. Keberadaan pabrik-pabrik pendukung ini sangat penting agar proses pembuatan ponsel dari awal hingga menjadi barang jadi bisa dilakukan sepenuhnya di dalam negeri tanpa hambatan logistik.
Menteri Ashwini Vaishnaw yang bertanggung jawab atas urusan teknologi informasi menjelaskan, fokus pemerintah saat ini sudah bergeser ke arah penguasaan teknologi dasar yang lebih mendalam dan bukan sekadar perakitan akhir. Ia menyatakan, pemerintah sedang membangun kekuatan industri mulai dari pengolahan bahan mentah hingga mesin-mesin canggih yang digunakan untuk membuat perangkat elektronik tersebut.
"Awalnya kami hanya fokus pada produk jadi, namun sekarang kami sedang membangun kemampuan untuk membuat modul, suku cadang, bahan mentah, hingga mesin-mesin pembuatnya," ujar Vaishnaw.