Jakarta, IDN Times – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menegaskan, pemerintah menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca hingga 328 juta ton per tahun pada 2030 melalui transisi energi. Hal ini sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan energi nasional yang masih menghadapi berbagai tantangan.
“Sebagian besar energi kita masih berasal dari fosil, baik untuk pembangkit maupun bahan bakar. Maka kita perlu mendorong transisi energi agar emisi rumah kaca bisa ditekan. Pada 2030, kita sudah menghitung, targetnya penurunan sekitar 328 juta ton per tahun,” kata Yuliot dalam sesi Green Economy and Innovation for a Sustainable Future: Honoring Indonesia’s Independence di Indonesia Summit 2025, yang berlangsung di The Tribrata, Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Yuliot menjelaskan, ketahanan energi Indonesia saat ini baru berada pada level ‘tahan’, belum mencapai kategori ‘sangat tahan’. Menurutnya, peningkatan ketahanan energi penting dilakukan agar transisi energi berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi.
“Ketersediaan energi ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga kehidupan masyarakat yang sangat tergantung pada energi. Mulai dari listrik, bahan bakar, hingga energi baru dan terbarukan, semuanya harus dijangkau secara merata,” jelasnya.
Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia tercatat sekitar 600 juta ton per tahun, sementara produksi domestik hanya mampu memenuhi 250 juta ton. Sisanya, sekitar 350 juta ton, masih harus dipenuhi dari impor. Kondisi ini membuat Indonesia sangat bergantung pada pasokan energi luar negeri.
“Ketergantungan kita pada energi fosil impor menjadi tantangan serius. Karena itu, transisi energi sekaligus dapat mengurangi risiko dan memperkuat kemandirian,” ujarnya.
Indonesia Summit 2025, khususnya sesi Visionary Leaders, merupakan sebuah konferensi independen yang diselenggarakan IDN Times untuk dan melibatkan Generasi Millennial dan Gen Z di Tanah Air. Indonesia Summit 2025 mengusung tema "Thriving Beyond Turbulence, Celebrating 80's Years Independence", bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh Nusantara.