Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi rupiah (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Ilustrasi rupiah (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Jakarta, IDN Times – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (9/6/2022).

Dikutip dari Bloomberg, rupiah melemah 75 poin atau 0,52 persen ke Rp14.566,5 per dolar AS sore ini. Pada pembukaan perdagangan pagi ini, rupiah juga melemah 25 poin ke level Rp14.516 per dolar AS.

1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

Sementara itu, berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah tercatat sebesar Rp14.555 per dolar AS.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kurs rupiah pada Rabu (8/6/2022) yang ada di level Rp14.477 per dolar AS.

2. Inflasi global bayangi pergerakan nilai tukar rupiah

Menurut Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, pelemahan nilai tukar rupiah salah satunya disebabkan oleh kondisi global, di mana saat ini dibayangi inflasi tinggi.

Dia menilai, tingkat inflasi global bisa melonjak, mengingat saat ini konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina tak kunjung usai.

"Risiko global, seperti konflik geopolitik yang disebabkan oleh perang di Ukraina, telah membuat tekanan inflasi global semakin persisten, terutama didorong oleh lonjakan harga komoditas energi dan pangan serta disrupsi suplai," tutur Ibrahim dikutip dari keterangan resminya.

3. Proyeksi nilai tukar rupiah besok

Pada perdagangan besok, Ibrahim memproyeksi nilai tukar rupiah akan fluktuatif, dan melemah pada penutupan perdagangan.

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.550 - Rp14.610," ucap dia.

Editorial Team