Jakarta, IDN Times - Perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran bukan hanya memicu lonjakan biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi global, tetapi juga mendatangkan keuntungan besar bagi sejumlah sektor usaha.
Gangguan distribusi energi akibat penutupan efektif Selat Hormuz membuat harga minyak dan gas bergejolak. Kondisi itu berdampak pada anggaran rumah tangga, perusahaan, hingga pemerintah di berbagai negara.
Namun di sisi lain, sejumlah perusahaan justru mencatat kenaikan pendapatan selama konflik berlangsung. Beberapa sektor yang mendapat keuntungan besar antara lain minyak dan gas, perbankan, industri pertahanan, hingga energi terbarukan.
