Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Deddy Corbuzier bertemu dengan 11 talenta muda kreatif di bawah naungan Flux Creative Universe
Deddy Corbuzier bertemu dengan 11 talenta muda kreatif di bawah naungan Flux Creative Universe (dok. FCU)

Jakarta, IDN Times - Talenta muda semakin menjadi tumpuan investasi industri kreatif nasional sejalan dengan terus menguatnya perekonomian digital RI. Hal tersebut salah satunya terlihat dari langkah Flux Creative Universe (FCU) dalam memperluas investasi ke bisnis kreatif berbasis anak muda melalui dukungan Deddy Corbuzier.

Dukungan tersebut ditandai dengan pertemuan perdana Deddy dan 11 talenta muda kreatif yang telah masuk ke dalam ekosistem FCU. Dalam pertemuan tersebut, Deddy selaku investor utama FCU memberikan saran untuk membawa bisnis kreatif mereka naik ke level selanjutnya.

"Semua orang punya peluang yang sama, semua punya kesempatan yang sama. Tinggal pintar-pintaran saja, adu kreatif, adu karakter. Kalau lebih pintar, kreatif, dan karakternya kuat, pasti dia akan di atas," ujar Deddy, dikutip Minggu (25/1/2026).

1. Masa depan industri kreatif di tangan anak muda

Ilustrasi kantor industri kreatif (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Sepanjang 2025, sekitar 70–75 persen belanja iklan diproyeksikan beralih ke platform digital seiring pesatnya perkembangan media sosial. Hal ini diperkuat oleh data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang mencatat tingkat penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 80,66 persen pada 2025. Perubahan lanskap inilah yang mendorong FCU untuk fokus berinvestasi pada generasi muda, talenta yang paling adaptif terhadap tren, platform, dan dinamika dunia digital.

Dengan dukungan Deddy, FCU kemudian menambah investasinya dengan menghadirkan empat digital agency baru yang seluruhnya dipimpin oleh Gen Z. Keputusan ini berangkat dari temuan menarik, tingginya kebutuhan akan konten viral menjadi faktor penting yang turut mengangkat nama FCU di industri kreatif nasional.

Tidak berhenti di sana, FCU juga melebarkan sayap investasinya ke berbagai bidang, mulai dari homeless media, drama TikTok, teknologi AI, hingga unit bisnis berbasis LinkedIn. Hingga kini, langkah tersebut telah menghasilkan total delapan entitas bisnis kreatif baru.

Kemudian memasuki 2026, FCU menegaskan, perjalanannya kini masih berada pada tahap awal. Berlandaskan keyakinan industri kreatif hanya dapat berkembang secara berkelanjutan ketika anak muda diberi ruang dan kepercayaan, FCU bersama Deddy berkomitmen untuk terus merangkul, menyatukan, dan menumbuhkan talenta muda dalam satu ekosistem kreatif yang solid.

2. 11 talenta muda yang bertemu dengan Deddy Corbuzier

Deddy Corbuzier bertemu dengan 11 talenta muda kreatif di bawah naungan Flux Creative Universe (dok. FCU)

Adapun 11 talenta muda yang bertemu dengan Deddy datang dari berbagai industri kreatif. Mereka merupakan para founder muda yang tengan membangun bisnis kreatifnya di bawah bimbingan FCU.

Ke-11 talenta muda tersebut adalah sebagai berikut:

  • Ben Edgar (Adsventure)

  • Louise Steven & Clarissa Eldora Yoe (LR Creative Lab)

  • Chia (Pravia)

  • Wiliam & Nabeel (Ngiklan)

  • Gery Timothy Gunawan (Gery Media – DEMENFILM, DADFLIX, MOMFLIX, NONGKI LAB)

  • Wulan Susanti & Chendwi Favian (SS Media – BAPAKNYA SS & SSMEDIA)

  • Aldho Mulia Trijaya (Bersinema – Drama TikTok)

  • Iqbal Maulana (Gen Flux AI)

"Kita boleh berkreativitas, tapi idealisme juga jangan dibuang ke tong sampah. Jadi antara kreativitas, adaptasi, dan idealisme harus jalan bareng," kata Deddy.

Pesan Deddy tersebut sejalan dengan pendekatan FCU dalam berinvestasi. Mereka tidak berhenti pada pendanaan, tetapi terlibat aktif dalam proses grooming bisnis, mulai dari strategi, positioning, hingga kesiapan menghadapi klien berskala besar. Teknik inilah yang kemudian melahirkan dampak nyata di lapangan.

Salah satu contohnya dapat dilihat pada Adsventure, digital agency yang dipimpin oleh Ben Edgar, talenta muda berusia 18 tahun. Sejak menerima investasi FCU pada Februari 2025, Adsventure mengalami pertumbuhan pesat. Dalam waktu kurang dari satu tahun, Adsventure berhasil mencatatkan omzet miliaran rupiah dan memperluas portofolio klien dari sektor F&B ke korporasi besar seperti Unilever, Mayora, Wings Group, hingga Indofood.

3. Capaian dan langkah ke depan FCU

ilustrasi industri kreatif (unsplash.com/ Priscilla Du Preez)

Kehadiran FCU semakin diakui setelah memperoleh Rekor MURI pada November 2025 sebagai Agensi Kreatif dengan Akumulasi Penonton Konten Digital Terbanyak di Indonesia, dengan total 2,3 miliar views.

Rekam jejak inilah yang membuat berbagai jenama besar mulai mempercayakan kampanye kreatifnya kepada FCU, mulai dari Seaworld, Dufan, Tokopedia, TikTok, Cimory, Kalbe Group, Garudafood, Unilever, Nabati, hingga brand nasional lainnya.

Kemudian pada Desember 2025, FCU juga membawa pulang empat penghargaan di ajang Marketeers Digital Marketing Heroes (MDMH) 2025 lewat kampanye untuk BPJS Ketenagakerjaan, No Drop, TikTok Shop, dan Dilan Cokelat.

Berbagai capaian tersebut menegaskan visi FCU untuk menjadi ‘Avengers-nya’ industri kreatif Indonesia. Visi besar ini pula yang kemudian mempertemukan FCU dengan para partner strategis seperti Deddy Corbuzier, Grace Tahir, Andrew Susanto, dan masih banyak lagi.

Melalui delapan pilar bisnis kreatif yang saling terhubung, meliputi Creative Agency, Homeless Media, Media Buying, Production House, Drama TikTok, Event Organizer, Digital Capital, serta AI & Tech, FCU optimistis investasi pada talenta muda bakal memperkuat daya saing industri kreatif nasional di tingkat global.

Editorial Team