Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Istana Beberkan Kriteria yang Harus Dimiliki Bos Baru OJK
Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi usai konferensi pers stimulus Ramadan-Idul Fitri, di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Intinya sih...

  • Fenomena anjloknya IHSG dan trading halt guncang dunia keuangan Tanah Air.

  • Iman Rachman mundur dari BEI, diikuti empat pimpinan OJK, kursi Ketua dan Wakil Dewan Komisioner masih kosong.

  • Kriteria Pimpinan OJK harus penguasaan bidang jasa keuangan dan paham peran lembaga untuk mencegah insiden buruk di Bursa.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Fenomena anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penghentian perdagangan alias trading halt dua kali pada akhir Januari 2026 mengguncangkan dunia keuangan Tanah Air.

Buntut dari trading halt itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman mundur, disusul dengan empat pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Empat pimpinan OJK itu adalah Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner OJK; Mirza Adityaswara, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK; Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (PMDK); dan I. B. Aditya Jayaantara, Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK.

Hingga saat ini, kursi Ketua Dewan Komisioner dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK masih kosong. Namun, Friderica Widyasari Dewi alias Kiki yang menjabat Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen ditunjuk menjadi Pejabat Sementara (Pjs) Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.

Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengatakan belum ada penentuan calon-calon Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.

“Belum ada,” kata Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

Adapun pernyataannya itu juga menjawab dugaan Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun yang juga politikus Partai Golkar yang disebut-sebut menjadi calon Ketua OJK.

Prasetyo mengatakan, ada beberapa kriteria yang ditetapkan untuk Pimpinan OJK, terutama dari sisi penguasaan bidang jasa keuangan.

“Harapannya ya kita harus berhasil menemukan pimpinan OJK yang betul-betul satu, jelas menguasai bidangnya,” ucap Prasetyo.

Dia juga menekankan pentingnya calon Pimpinan OJK yang paham peran lembaga itu, untuk mencegah insiden buruk di Bursa terulang.

“Yang kedua, harus mengerti bahwa OJK peranannya sangat penting di dalam menjaga ekosistem jasa keuangan kita. Supaya kejadian seperti kemarin, bursa kita ada sedikit masalah, itu tidak terulang kembali. Ya harapannya itu,” ujar Prasetyo.

Editorial Team