Di sisi lain, Ibrahim menyampaikan risalah rapat kebijakan terbaru Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara para pejabat terkait perlunya kenaikan suku bunga lanjutan.
Menurut dia, para pembuat kebijakan secara umum menilai risiko inflasi masih cenderung meningkat. Namun, mereka berbeda pendapat mengenai seberapa ketat kebijakan moneter perlu diterapkan dan berapa lama suku bunga harus dipertahankan di level tinggi.
"Para pedagang menurunkan ekspektasi mereka untuk penurunan suku bunga Fed tahun ini, meskipun kontrak berjangka dana Fed masih menunjukkan penurunan kemungkinan terjadi pada bulan Juni," kata dia.
Investor kini menanti rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS pada Jumat. PCE merupakan indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.