Forum Indonesia–Japan Executive Dialogue 2.0, menghadirkan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Umum PPIJ sekaligus Ketua Liga Parlemen Indonesia–Jepang Rachmat Gobel, serta Chargé d’Affaires ad interim Jepang untuk Indonesia Mitsuru Myochin. (Dok/Istimewa).
Ketua Umum PPIJ Rachmat Gobel menilai, tantangan kemitraan Indonesia–Jepang ke depan tidak berhenti pada upaya menarik investasi, melainkan membangun kepercayaan jangka panjang.
“Menuju 100 tahun hubungan bilateral, yang dibutuhkan adalah arsitektur kepercayaan agar investasi dapat bertahan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi kedua negara,” kata Gobel.
Ia menyebut Indonesia–Japan Executive Dialogue sebagai bagian dari kontribusi PPIJ dalam memperkuat kemitraan strategis yang sejalan dengan agenda transformasi ekonomi nasional.
Dukungan sektor swasta terhadap forum ini antara lain datang dari Gobel Group, yang telah menjalin kemitraan industri dengan perusahaan Jepang sejak 1958. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan Indonesia International Automotive Proving Ground (IIAPG) bersama Toyota dan JOIN melalui skema KPBU, serta proyek Opus Park Sentul bersama Sumitomo Corporation dan Hankyu Hanshin Properties Corp.