Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemerintah Pastikan Stok Sembako Aman dan Harga Stabil Jelang Lebaran
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) sekaligus Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog, Sudaryono saat kunjungan kerja ke Sentra Penggilingan Padi milik Perum Bulog di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/5). (dok. Perum Bulog)
  • Pemerintah memastikan stok sembako aman dan harga stabil menjelang Nyepi serta Idul Fitri, dengan fokus menjaga pasokan sesuai Harga Eceran Tertinggi.
  • Stok beras nasional mencapai 4,09 juta ton di gudang Bulog dan diproyeksikan meningkat hingga 6 juta ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 11 bulan ke depan.
  • Komoditas strategis seperti cabai, jagung, gula konsumsi, telur, dan ayam dinyatakan mencukupi hingga Mei 2026, sementara pemerintah terus menjaga ketersediaan dan kestabilan harga pangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah memastikan pasokan komoditas pangan strategis atau sembako jelang perayaan Nyepi dan Idulf Fitri berada dalam kondisi cukup. Pemerintah juga berupaya menjaga harga agar tetap stabil dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Pernyataan itu disampaikan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dalam konferensi pers Kesiapan Infrastruktur dan Pangan Jelang Nyepi dan Idul Fitri di Jakarta pada Rabu (18/3!/2026).

"Saya pastikan seluruh komoditas strategis seperti beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, daging ayam, daging sapi/kerbau, telur, gula, dan minyak goreng aman menghadapi Idul Fitri 1447 Hijriah,” kata Sudaryono.

1. Stok beras di gudang bulog capai 4,09 juta ton

Pedagang beras di Pasar Al Mahirah, Kota Banda Aceh, Aceh. (IDN Times/Mhd Saifullah)

Menurut Sudaryono, aman berarti pasokannya cukup dan harganya masih berada di kisaran HET. Sebagai contoh, stok beras di gudang Bulog saat ini mencapai 4,09 juta ton, dan diproyeksikan bisa meningkat hingga 6 juta ton.

Sementara itu, beras yang beredar di masyarakat sekitar 12 juta ton, dan proyeksi panen mendatang juga sekitar 12 juta ton. Artinya, ketersediaan beras di Indonesia sangat stabil dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan.

Dengan total pasokan 28 juta ton, Sudaryono menegaskan bahwa ketahanan pangan Indonesia, khususnya beras, cukup untuk 324 hari atau sekitar 11 bulan ke depan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemerintah berhasil menjaga stok pangan tetap aman meski menghadapi periode permintaan tinggi seperti menjelang Idulfitri.

“Jadi, kondisi pangan kita sangat kuat,” ujarnya.

2. Komoditas cabai, jagung, gula konsumsi, telur dan ayam dipastikan mencukupi

ilustrasi pasar (pexels.com/setengah lima sore)

Komoditas strategis lain seperti jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, telur, dan ayam juga mencukupi. Beberapa komoditas bahkan bisa bertahan hingga Mei 2026.

“Tapi ini bukan berarti setelah Mei habis. Masih ada panen, produksi, dan distribusi yang terus berjalan. Jadi insyaallah stok cukup,” tambah Sudaryono.

3. Pemerintah akan jaga ketersediaan pangan dan harga tetap stabil

Ilustrasi pasar dan kebutuhan bahan pokok (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Sementara itu, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sarwo Edhy menegaskan pasokan pangan nasional aman dan mencukupi sepanjang Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.

“Pemerintah terus memastikan ketersediaan pangan dan menjaga harga tetap stabil agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang tanpa khawatir kebutuhan bahan pokok,” kata Sarwo Edhy.

Editorial Team