Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Juda Agung.
Juda Agung. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Intinya sih...

  • Juda Agung berpengalaman di bank sentral

  • Juda Agung mundur dari Deputi Gubernur BI sejak 13 Januari

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto, berharap koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter dapat berjalan semakin baik menyusul dilantiknya Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu).

Airlangga menilai kehadiran Juda Agung di jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berpotensi memperkuat sinergi lintas kebijakan, khususnya antara pemerintah dan Bank Indonesia. Juda Agung akan bertugas membantu Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.

"Ya, tentu harapannya mungkin sinkronisasi fiskal-moneter akan semakin baik, ya," kata Airlangga kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

1. Juda Agung berpengalaman di bank sentral

Ilustrasi Logo Bank Indonesia. bi.go.id

Airlangga menilai Juda Agung sebagai figur teknokrat dengan pengalaman panjang. Dia menilai rekam jejak Juda yang lama berkarier di Bank Indonesia menjadi modal penting dalam mendukung pengambilan kebijakan fiskal pemerintah.

Dengan latar belakang tersebut, dia meyakini Juda Agung dapat memberikan kontribusi dan warna tersendiri dalam penyusunan kebijakan fiskal ke depan.

"Pak Juda ya seorang teknokrat, ya, dan beliau kan berkarir lama. Tentu dengan berkarir lama di BI itu bisa memberi warna lah dalam kebijakan fiskal ke depan," kata mantan Menteri Perindustrian (Menperin) itu.

2. Juda Agung mundur dari Deputi Gubernur BI sejak 13 Januari

Deputi Gubernur BI, Juda Agung dilantik jadi Anggota Dewan Komisioner OJK (dok. OJK)

BI mengonfirmasi kabar pengunduran diri Juda Agung dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia sejak 13 Januari 2026. Pengunduran diri tersebut telah diajukan secara resmi kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Kami mengonfirmasi bahwa Deputi Gubernur Bank Indonesia, Bapak Juda Agung, telah mengajukan pengunduran diri kepada Presiden RI, terhitung sejak 13 Januari 2026,” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangannya, Senin (19/1/2025).

Ramdan mengatakan, bank sentral Indonesia akan tetap fokus pada tugas utama untuk mencapai dan memelihara stabilitas nilai rupiah, memelihara kelancaran sistem pembayaran, dan menjaga stabilitas sistem keuangan yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

"Termasuk saat ini Bank Indonesia akan fokus pada pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur Januari 2026 yang keputusannya akan diumumkan pada Rabu, 21 Januari 2026," kata Ramdan.

3. Juda Agung bertukar posisi dengan Thomas Djiwandono

potret Thomas Djiwandono, Deputi Gubernur BI terpilih (IDN Times/Triyan Pangastuti)

Rapat Paripurna DPR RI telah menyetujui hasil uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur Bank Indonesia dan mengesahkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI periode 2026-2031, Selasa (27/1/2026).

Persetujuan diberikan setelah Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyampaikan laporan hasil pembahasan dan uji kelayakan dalam rapat paripurna. Misbakhun mengatakan, Komisi XI telah menjalankan mandat undang-undang dengan menggelar fit and proper test terhadap calon yang diusulkan Presiden.

Dalam laporannya, Misbakhun menjelaskan, uji kelayakan dilakukan terhadap tiga calon. Uji kelayakan atas Solikin M. Juhro digelar pada 23 Januari 2026, sementara Dicky Kartikoyono dan Thomas Djiwandono diuji pada 26 Januari 2026.

"Rapat Internal Komisi XI DPR RI tanggal 26 Januari 2026 memutuskan secara musyawarah mufakat untuk menyetujui Saudara Thomas A.M. Djiwandono, B.A., M.A., sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia terpilih untuk periode 2026-2031," ucap Misbakhun.

Editorial Team