Jakarta, IDN Times - Uni Emirat Arab (UEA) memutuskan mengakhiri keanggotaannya di dalam organisasi negara-negara pengekspor minyak, OPEC, serta aliansi OPEC+. Keputusan itu diambil menyusul evaluasi mendalam terhadap strategi energi nasional negara tersebut.
Data terbaru menunjukkan Uni Emirat Arab (UEA) memiliki cadangan minyak terbukti sebanyak 113 miliar barel per tahun 2025, menempatkannya di peringkat keenam dunia, dengan kontribusi sekitar 6,40 persen dari total cadangan minyak global yang mencapai 1.765.151.568.000 barel.
Selain itu, berdasarkan tingkat konsumsi 2024, cadangan tersebut setara dengan 352,6 kali lipat dari kebutuhan tahunan negara. Artinya, tanpa memperhitungkan ekspor bersih dan cadangan yang belum terbukti, UEA tercatat masih memiliki cadangan minyak yang cukup untuk sekitar 353 tahun ke depan.
