Jakarta, IDN Times - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, masih banyak terminal bus di Indonesia saat ini yang kondisinya kumuh dan "dikuasai" sejumlah preman. Hal itu dinilai menjadi catatan negatif dalam rangka memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat.
"Saya coba melihat 1 tahun terakhir ini bagaimana kondisi terminal kita. Sebetulnya kita sebagai bagian bangsa Indonesia harusnya merasa malu. Kenapa terminal seperti itu kondisinya?" ujarnya dalam paparan di acara Investor Gathering di Merlyn Park Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (31/7).
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menggelar acaratersebut sebagai upaya mendorong partisipasi swasta dalam penyelenggaraan infrastruktur transportasi.
"Kalau saya tanya ke seseorang, terminal kita seperti apa sekarang? Pasti kumuh, kedua banyak preman, ketiga adalah semuanya tidak baik," lanjutnya.
Oleh karena itu, Budi mengajak kepada investor swasta untuk ikut mengubah paradigma tersebut dengan membangun infrastruktur terminal bus menjadi lebih baik lagi.
"Saya kira ini sudah disampaikan Presiden soal visi Indonesia ke depan. Bahwa ke depan adanya perubahan paradigma dimana inovasi menyangkut model, cara dan nilai baru," tuturnya.
Saat ini, ada 128 terminal bus di seluruh Indonesia yang akan dibangun secara bertahap. Namun, ada 40 yang dibangun prioritas. Sebanyak 20 terminal bus akan dibangun dengan swasta dan 20 lainnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
