Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono dalam acara Semangat Awal Tahun 2026 (SAT 2026).
Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono dalam acara Semangat Awal Tahun 2026 (SAT 2026). (IDN Times/Herka Yanis)

Intinya sih...

  • Kemenkop bekerja sama dengan guru besar IPB untuk membuat data desa menggunakan drone dan AI.

  • Pengumpulan data dilakukan sebagai kritik terhadap data BPS yang hanya menyajikan potensi desa tanpa kebutuhan dan asetnya.

  • Acara Semangat Awal Tahun 2026 by IDN Times menjadi forum diskusi tahunan dengan tema 440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggandeng beberapa guru besar untuk membuat data desa. Salah satu guru besar yang ikut dalam penyusunan data itu adalah Profesor Sofyan Sjaf dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Hal itu disampaikan Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, dalam acara Semangat Awal Tahun 2026 by IDN Times, dalam sesi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Mendorong Pertumbuhan Berkualitas, Kamis (15/1/2026).

“Makannya kemarin saya memberanikan diri mengajak beberapa guru besar, termasuk dari IPB Prof Sofyan Sjaf untuk buat aplikasi data yang presisi,” ujarnya di IDN HQ, Jakarta Selatan.

Dalam pengumpulan data itu, Kemenkop bersama tim menerbangkan drone untuk mendapatkan data geospasial. Dari data itu kemudian dibuat survei dengan responden warga desa yang bersangkutan.

“Karena BPS pakai data tenaga orang luar, ditipu-tipu terus, jadi validitasnya rendah sekali,” kata dia.

Setelah mendapatkan data tersebut, Kemenkop kemudian menggunakan AI untuk menganalisis data geospasial.

“Tahu gak perbedaanya? Hasilnya pakai AI ada 289 parameter isinya tentang potensi desa, kebutuhan dan aset desa. Data BPS hanya 40 indikator parameter karena cuma data tentang potensi desa,” ujarnya.

Ferry menjelaskan, pengumpulan data itu dilakukan sebagai bentuk kritik terhadap data Badan Pusat Statistik (BPS), khususnya terkait dengan desa. Selama ini, kata dia, BPS hanya menyajikan data tentang potensi desa, tanpa tahu kebutuhan dan aset yang dimiliki sebuah desa.

“Kita ini kesulitan, terus terang kalau boleh di ruangan ini saya mau mengkritik cara metode penghitungan data oleh BPS. Karena BPS hanya menyajikan data tentang potensi desa, data tentang kebutuhan desa tidak ada, tentang aset desa tidak ada,” kata dia.

Ferry mengaku sempat bolak-balik ke BPS hanya untuk mendapatkan data kebutuhan gas 3 kg untuk sebuah desa.

“Koperasi Desa A mau menjadi penyalur gas 3 kg mau nanya data di desa itu berapa rumah tanggi pengguna LPG 3 kg, saya bolak-balik ke BPS gak ada itu datanya,” ujarnya.

Begitu juga untuk penyaluran pupuk subsidi. Ferry tak menemukan data kebutuhan desa yang dituju.

IDN Times kembali menggelar Semangat Awal Tahun (SAT) 2026 by IDN Times yang menjadi forum diskusi tahunan. Acara ini digelar di IDN HQ, Jakarta Selatan, pada 14-15 Januari 2026.

SAT 2026 by IDN Times menghadirkan sejumlah pemimpin nasional, pengambil kebijakan, pelaku industri, dan tokoh-tokoh inspiratif. Dengan tema 440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo: Menuju Pertumbuhan yang Berkualitas, SAT 2026 dirancang buat menjangkau Milenial dan Gen Z sekaligus menjadi wadah membahas isu-isu berkembang saat ini.

SAT 2026 juga menghadirkan Awarding Session sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh inspiratif melalui penghargaan "Inspiring Newsmaker of The Year 2026".

Editorial Team