Jakarta, IDN Times - Pergerakan harga minyak mentah dunia ternyata memiliki keterkaitan erat dengan fluktuasi nilai mata uang global. Hubungan yang sering disebut sebagai "benang tak kasat mata" ini dipicu oleh berbagai faktor.
Dilansir Investopedia, faktor yang dimaksud mulai dari distribusi sumber daya, neraca perdagangan (BOT), hingga psikologi pasar yang menjaga korelasi tersebut tetap kuat.
Keberadaan sistem petrodolar juga menjadi alasan utama mengapa harga minyak dan mata uang sulit dipisahkan. Selain itu, volatilitas harga minyak berdampak langsung pada angka inflasi dan deflasi, terutama di negara-negara besar seperti Amerika Serikat (AS), Rusia, dan kawasan Zona Euro.
