Jakarta, IDN Times - Harga tiket pesawat yang mahal kembali menjadi keluhan masyarakat jelang periode mudik Lebaran tahun ini. Menurut pemerintah, persepsi tersebut tidak selalu mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Hal itu lantaran sejumlah harga tiket yang terlihat tinggi muncul dari rute penerbangan tidak langsung atau dengan beberapa kali transit. Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Agustinus Budi Hartono, menyebut fenomena tersebut kerap muncul di platform pemesanan tiket daring atau online travel agent (OTA).
Ketika penerbangan langsung telah habis, sistem akan menampilkan alternatif perjalanan dengan rute yang lebih panjang sehingga harga tiket menjadi lebih mahal.
"Kalau kita lihat di media sosial, seolah-olah harga tiket sangat tinggi. Padahal setelah diperhatikan, rute yang ditawarkan oleh online travel agent itu ternyata dengan beberapa transit karena yang langsungnya sudah habis," ujar Agustinus dalam konferensi pers Kemenpar terkait Isu Harga Tiket Pesawat Libur Lebaran, Selasa (17/3/2026).
