Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2025-12-19 at 09.22.36 (1).jpeg
PT. PLN (Persero) menyiagakan 315 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta (DIY) pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. (Dok. PLN)

Intinya sih...

  • Kurangi konsumsi BBM bersubsidi yang jadi beban anggaran

  • Urgensi pergeseran dari kendaraan berbasis fosil ke kendaraan listrik

  • BEV unggul karena tidak menghasilkan emisi gas buang, memiliki efisiensi energi lebih tinggi, dan diposisikan sebagai pilar utama dalam transformasi transportasi rendah emisi di Indonesia.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pengamat otomotif, Sony Susmana, menilai kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) merupakan instrumen paling efektif untuk menekan beban subsidi energi sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan.

"Dibandingkan kendaraan bermesin konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) maupun Hybrid Electric Vehicle (HEV), BEV memberikan dampak fiskal dan lingkungan yang lebih optimal," kata Sony, dikutip Rabu (21/1/2026).

1. Kurangi konsumsi BBM bersubsidi yang jadi beban anggaran

Jalur pengisian BBM subsidi bagi masyarakat yang berhak (IDN Times/Ervan)

Menurutnya, peningkatan adopsi BEV krusial untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang selama ini kerap menjadi beban anggaran.

"Dengan beralih ke transportasi berbasis listrik, pemerintah dinilai memiliki ruang lebih besar untuk mengendalikan tekanan fiskal sekaligus mendukung agenda transisi energi," kata Sony.

2. Urgensi pergeseran dari kendaraan berbasis fosil ke kendaraan listrik

Ilustrasi APBN (IDN Times/Aditya Pratama)

Data Kementerian Keuangan menunjukkan, alokasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,62 triliun, meningkat dari realisasi 2023 sebesar Rp164,3 triliun. Tren kenaikan tersebut mempertegas urgensi kebijakan yang mendorong pergeseran dari kendaraan berbasis fosil menuju kendaraan listrik.

"BEV memiliki potensi besar dalam menurunkan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Dalam jangka menengah hingga panjang, hal ini berdampak positif terhadap kesehatan fiskal negara," ujar Sony.

3. Dampak positif dari sisi lingkungan

Salah satu kendaraan listrik saat mengisi daya di SPKLU. (Dok. PLN)

Dari sisi lingkungan, Sony menjelaskan, BEV unggul karena tidak menghasilkan emisi gas buang. Berbeda dengan kendaraan hybrid yang masih mengandalkan mesin pembakaran internal, BEV sepenuhnya menggunakan tenaga listrik sehingga menjadikannya sebagai teknologi paling bersih di sektor transportasi.

Selain itu, efisiensi energi BEV juga lebih tinggi karena tidak melalui proses pembakaran yang menyebabkan kehilangan energi.

"Dengan pertumbuhan infrastruktur pengisian daya yang terus meningkat, BEV diposisikan sebagai pilar utama dalam transformasi transportasi rendah emisi di Indonesia," kata Sony.

Editorial Team