Libur panjang sering dianggap sebagai momen jeda, termasuk dalam aktivitas bisnis dan komunikasi brand. Banyak pelaku usaha memilih untuk mengurangi intensitas promosi karena mengira audiens juga sedang tidak aktif. Padahal, justru di masa seperti ini perhatian publik tetap berjalan, hanya pola konsumsinya yang berubah.
Brand yang gagal membaca momentum libur panjang berisiko kehilangan kedekatan dengan audiens. Ketika komunikasi terputus, posisi brand bisa tergeser oleh kompetitor yang tetap hadir secara konsisten. Yuk pahami kesalahan branding yang sering terjadi agar bisnis tetap relevan meski di tengah suasana liburan!
