Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
10 Kesalahan Fatal yang Wajib Kamu Hindari Sebagai Sales
logonationcareers.com

Intinya sih...

  • Tidak langsung di-follow up, menunda terlalu lama

  • Tidak menyasar target dengan benar

  • Membela produkmu secara berlebihan, tanpa cacat

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semua peran di perusahaan memiliki nilai penting masing-masing. Salah satunya sales. Meski kamu tidak bekerja di perusahaan, tetapi kamu berjualan barang, maka kamu menjalankan peran sales.

Nah, ada beberapa rumusan penting menjadi seorang sales agar kamu bisa menggaet customer sekaligus memenuhi target. Supaya pekerjaanmu lancar, jangan sampai melakukan 10 tipe kesalahan ini, ya!

1. Tidak langsung di-follow up, menunda terlalu lama

ilustrasi follow up pekerjaan (pexels.com/Artem Podrez)

Kalau kamu mendapatkan calon customer yang tertarik dengan produkmu, tetapi akan memberi kabar lagi dua hari ke depan, maka kamu harus cepat menanyakan kembali untuk kepastiannya. Misalnya, keesokan harinya kamu bisa menelepon untuk follow up. Sehingga, kamu tak akan kehilangan  customer.

2. Tidak menyasar target dengan benar

ilustrasi target (pexel.com/Marc)

Mungkin produkmu sudah bagus. Kamu pun sudah menawarkan daganganmu dengan sangat baik, tetapi targetnya salah. Misalnya, kamu menawarkan produk makanan bayi yang kualitasnya begitu bagus kepada anak SMA. Kalau target salah, bagaimana bisa meraup order?

3. Membela produkmu secara berlebihan, tanpa cacat

ilustrasi menawarkan produk (pexels.com/Nadia Abregu)

Sebagai seorang sales, sudah sewajibnya kamu membanggakan produkmu dan mempromosikan fitur atau keunggulannya. Tetapi, jika itu terlalu mustahil atau sangat berlebihan, calon customer juga akan muak. Misalnya saja “Anak anda pasti langsung jadi orang genius kalau les di sini!” Tentu saja customer akan berpikir dua kali.

4. Menjelekkan produk atau brand lain

ilustrasi menawarkan produk (pexels.com/Tom Official)

Kamu akan menemukan beragam tipe pembeli. Salah satunya mereka yang ragu dengan produkmu, apalagi saat kamu menyinggung produk orang lain. Sebisa mungkin tak perlu menjelekkan produk lawan, biasa saja dan fokuslah membahas produkmu.

5. Kurang paham dengan produk sendiri

ilustrasi menawarkan produk (pexels.com/Ron Lach)

“Nnggg.. iya jadi produk kami… ngg.. maksudnya…”

Oke…siapa yang akan percaya dengan produkmu kalau kamu sendiri bingung, terbata-bata, dan ragu terhadap kualitasnya? Kamu wajib mempelajari produk sendiri secara luar dan dalam, sebelum akhirnya mulai menawarkannya kepada calon pembeli.

6. Terlalu banyak bicara dan tidak memberi kesempatan pelanggan bertanya.

ilustrasi banyak bicara (pexels.com/SHVETS production)

Berikan kesempatan customermu untuk berbicara sekaligus bertanya. Jangan terlalu mendominasi pembicaraan. Terkadang, kamu yang banyak bicara bisa jadi membuat customer malas, merasa diacuhkan, sekaligus rasa tidak nyaman.

7. Tidak berpikir dari sisi klien

ilustrasi klien dijelaskan mengenai asuransi rumah (pexels.com/Antoni Shkraba)

Memikirkan pendapatan dan kesuksesanmu menjual produk memang penting. Tapi, kamu juga harus memikirkan klien. Jika memang produk tersebut sangat tidak cocok dengan klien itu, jangan memaksakan. Berikan produk yang paling sesuai dengan mereka agar puas dan bisa menjadi langganan setia.

8. Bisa juga kamu terlalu pasrah terhadap klien

ilustrasi klien memberikan ekspektasi yang jelas pada freelance (pexels.com/Karolina Grabowska)

“Boleh Pak, boleh…” a

Apa pun yang ditawar klien, kamu langsung bilang oke. Minta bonus, oke. Minta ini itu, oke. Kalau terlalu pasrah, lama-lama kamu bisa dimanfaatkan dan malah tidak untung karena terlalu banyak memberi diskon dan bonus.

9. Menjual di tempat yang salah.

Apabila kamu menjual sebuah produk premium, maka juallah di lingkungan atau pasar menengah ke atas. Misalnya seperti perumahan elit, mall besar, atau komunitas arisan. Jika produkmu untuk menengah bawah, maka tawarkan produk ke segmen yang pas.

10. Tidak menjaga hubungan dengan klien

Setelah klien membeli barang, kamu hanya berkata “terima kasih” tanpa ada hubungan lebih lanjut. Kamu bisa membuat kartu member dan memberi ucapan setiap ulang tahun. Bisa juga memberi free maintenance apabila bidangmu jasa servis, dan sebagainya.

Gimana, jadi makin semangat kan? Yuk, lanjut cari orderan dan tingkatkan performa salesmu!

FAQ seputar Kesalahan Fatal yang Wajib Kamu Hindari Sebagai Sales

Apa saja kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang sales?

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan sales antara lain menunda follow-up dengan calon pelanggan, salah sasaran target, kurang paham produk, terlalu banyak bicara tanpa memberi ruang calon pelanggan menjawab, dan tidak menjaga hubungan setelah penjualan.

Kenapa follow-up itu penting dalam sales?

Follow-up penting karena menjaga komunikasi dengan calon pelanggan dapat meningkatkan peluang closing deal. Menunda atau tidak menindaklanjuti bisa membuat calon pelanggan kehilangan minat atau berpindah ke kompetitor.

Bagaimana dampak jika sales tidak memahami produknya sendiri?

Jika seorang sales tidak memahami produk yang dijual, mereka akan ragu-ragu saat menjelaskan fitur dan manfaatnya, sehingga pelanggan menjadi kurang percaya dan kemungkinan closing menjadi lebih kecil.

Mengapa menjelekkan produk atau merek lain bukan strategi penjualan yang baik?

Menjelekkan produk merek lain sering kali membuat pelanggan merasa tidak nyaman atau tidak profesional. Fokuslah pada keunggulan produk milikmu tanpa mencemooh kompetitor untuk mempertahankan etika dan citra positif.

Apa yang terjadi jika sales tidak menjaga hubungan dengan pelanggan setelah transaksi?

Tidak menjaga hubungan purna jual bisa membuat pelanggan merasa tidak dihargai dan mengurangi kemungkinan repeat order atau rekomendasi. Hubungan baik dengan pelanggan bisa menjadi sumber penjualan berulang serta referensi baru.

Editorial Team