Ilustrasi Uang (IDN Times/Arief Rahmat)
Kondisi ini terjadi ketika pemasukan dan pengeluaran tidak diatur dengan jelas, sehingga uang yang masuk cepat habis tanpa diketahui peruntukannya. Akibatnya, seseorang kerap merasa penghasilannya tidak pernah cukup meski sudah bekerja atau menerima pendapatan rutin.
Kesalahan ini umumnya dipicu oleh kebiasaan tidak mencatat pengeluaran, belanja impulsif, serta tidak memiliki anggaran bulanan. Tanpa pengelolaan arus kas yang baik, pengeluaran kecil yang terlihat sepele bisa menumpuk dan menggerus keuangan secara perlahan. Dalam jangka panjang, cash flow yang berantakan membuat sulit menabung, menyiapkan dana darurat, hingga mencapai tujuan keuangan.
Jika terus dibiarkan, kesalahan dalam mengatur cash flow dapat berdampak serius pada kondisi finansial, seperti ketergantungan pada utang atau kesulitan memenuhi kebutuhan penting. Oleh karena itu, penting untuk mulai menata arus kas dengan membuat perencanaan yang jelas, memprioritaskan kebutuhan, serta rutin mengevaluasi pemasukan dan pengeluaran agar pengelolaan uang menjadi lebih sehat dan terarah.