Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Aditya Pratama)

Intinya sih...

  • Kinerja industri perbankan stabil hingga kuartal II 2024
  • Kredit tumbuh 12,36% year on year, DPK tumbuh 8,45% year on year
  • Likuiditas perbankan memadai dengan rasio AL/NCD dan AL/DPK di atas threshold

Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengatakan kinerja industri perbankan tetap stabil hingga kuartal II 2024. Hal ini tercermin dari permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, profil risiko yang manageable, serta kinerja sektor jasa keuangan yang relatif baik.

“Di tengah meningkatnya ketidakpastian perekonomian dan gejolak geopolitik global, kinerja industri perbankan Indonesia per Juni 2024 terjaga stabil, didukung dengan tingkat permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan yang tinggi sebesar 26,18 persen,” kata Mahendra dikutip Sabtu (3/8/2024).

1. DPK tumbuh 8,45 persen

ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Aditya Pratama)

Di samping itu, kinerja intermediasi terjaga baik dengan kredit tumbuh 12,36 persen year on year (yoy) atau sebesar Rp7.478 triliun didorong oleh kredit investasi yang mencapai 15,09 persen yoy.

Sejalan dengan pertumbuhan kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh menjadi 8,45 persen yoy atau sebesar Rp8.722 triliun, dengan giro yang menjadi kontributor terbesar yaitu tumbuh 13,48 persen yoy.

2. Likuiditas perbankan hingga Juni tetap memadai

ilustrasi uang (IDN Times/Aditya Pratama)

Selain itu, likuiditas perbankan pada Juni 2024 memadai dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) masing-masing tercatat sebesar 112,33 persen dan 25,37 persen, jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 dan 10 persen.

"Dilihat tingkat pertumbuhan modal kerja lebih rendah dari kredit investasi. Seluruh pelaku usaha confident dan optimisme, industri manufaktur tetap terjaga kuat terefleksi oleh kredit investasi," tegasnya.

Di sisi lain, risiko kredit perbankan juga terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) nett dan NPL gross yang tetap rendah di bawah ambang batas, masing-masing berada di 0,78 persen dan 2,26 persen.

3. Kinerja pasar saham di kuartal II terdampak gejolak global

ilustrasi bank digital (IDN Times/Aditya Pratama)

Ia menjelaskan risiko kredit perbankan terjaga baik dengan rasio NPL net dengan rasio gross tetap terjaga rendah, masing-masing 0,78 persen dan 2,26 persen.

"Kinerja pasar saham domestik kuartal II 2024 terdampak oleh peningkatan tekanan pasar global. Per Juni akhir 2024 IHSG ditutup 7.063,58 poin dan diliat secara kuartalan kontraksi 3,09 persen atau melemah 2,28 persen ytd," tegasnya.

Dengan investor non residen membukukan net sell Rp34 triliun atau Rp7,73 triliun secara year to date (ytd) namun memasuki Juli alami tekanan di passr keuangan domestik mereda sejalan perkembangan global dan kinerja ekonomi domestik," ucapnya.

Editorial Team