Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Potret Debby Lufiasita yang jalani bisnis konsultan branding dan label rekaman musik
Potret Debby Lufiasita yang jalani bisnis konsultan branding dan label rekaman musik (dok. Istimewa)

Jakarta, IDN Times - Ungkapan usaha tidak pernah mengkhianati hasil rasanya pantas disematkan kepada Debby Lufiasita yang kini menjalankan dua bisnis dan peran dengan genre berbeda satu sama lain.

Dara asal Karawang kelahiran 9 Oktober 1992 ini menjalani peran sebagai Public Relations Expert dan produser musik. Perjalanan karier dan karyanya pun kerap dibagikan Lufiasita lewat akun Instagram pribadinya @lufiasita.

Lufiasita yang kini memimpin PT Ulasan Pena Indonesia, induk dari konsultan branding NueveTOP dan label rekaman Nueve Records mengakui kemampuannya bertahan di industri yang kompetitif berakar dari pengalaman masa mudanya. Dia mengakui masa SMA adalah periode yang sulit lantaran harus berjuang keras bahkan untuk hal-hal sederhana.

"Pernah banget (mengalami masa sulit). Ada masa di mana hal-hal sederhana harus diperjuangkan. Bahkan untuk makan enak pun dulu harus menabung. Pengalaman itu mengajari aku untuk lebih menghargai proses dan hasil," ujar Lufiasita dikutip Kamis (12/2/2026).

1. Ubah kritik jadi kekuatan

ilustrasi komentar di media sosial (pexels.com/cottonbro studio)

Mental baja itu pula yang dia terapkan saat mulai terjun ke dunia hiburan sebagai produser musik. Dengan lebih dari 10 karya yang telah dirilis di berbagai Digital Streaming Platform (DSP), Lufiasita tak lepas dari sorotan publik, termasuk komentar negatif. Meski awalnya sempat merasa takut dan terbebani, Lufiasita kini memiliki pandangan berbeda.

"Lama-lama aku sadar kalau dikenal banyak orang berarti harus siap dengan pro dan kontra. Sekarang aku lebih fokus menjadikan komentar sebagai bahan evaluasi, bukan beban," kata dia.

2. Naluri bisnis di usia muda

Potret Debby Lufiasita yang jalani bisnis konsultan branding dan label rekaman musik (dok. Istimewa)

Tidak sekadar berkarya, perjalanan di dunia pemengaruh dan musik membuka mata Lufiasita terhadap peluang bisnis yang lebih besar. Dia menyadari popularitas harus dibarengi dengan keberlanjutan (sustainability).

Berbekal ilmu komunikasi dan personal branding, Lufiasita kini tidak hanya sibuk menjadi produser lagu untuk talenta-talenta seperti HalloMumu, 6 am Club, dan Jundi Padma, tetapi juga menjalankan jasa konsultan event serta PR.

"Dari situ aku sadar kalau peluang di dunia kreatif ini bisa dikembangkan lebih jauh, bukan cuma soal popularitas tapi juga membangun usaha yang berkelanjutan," ujar Lufiasita.

3. Inovasi pada 2026

Potret Debby Lufiasita yang jalani bisnis konsultan branding dan label rekaman musik (dok. Istimewa)

Menatap masa depan, Lufiasita pun terus berinovasi. Periode 2026 menjadi momentum baginya untuk melahirkan format karya baru.

Dia kini tengah mempersiapkan proyek unik yang menggabungkan puisi tulisannya dengan melodi, sebuah eksperimen yang diharapkan dapat menjadi jembatan perasaan bagi para pendengarnya.

"Harapanku, aku bisa terus konsisten berkarya. Aku ingin karyaku bisa didengar lebih luas, sekaligus membuka ruang untuk musisi-musisi muda lainnya agar bisa tumbuh bersama," kata Lufiasita.

Editorial Team